Kisruh KPK-Polri, Masyarakat Diimbau Tak Perlu Resah
Kamis, 05 Februari 2015 - 21:10 WIB
Kisruh KPK-Polri, Masyarakat Diimbau Tak Perlu Resah
A
A
A
JAKARTA - Para tokoh lintas agama mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak perlu resah atas kekisruhan yang terjadi belakangan ini antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri.
"Menyerukan kepada bangsa Indonesia untuk tidak khawatir, was-was atau resah, serta tetap tenang dan menjalankan aktivitas sebagaimana biasa," ujar Ketua Umum PBNU Saiq Aqil Siradj saat jumpa pers usai pertemuan para tokoh lintas agama di kantornya, Kramat Raya, Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Selain itu, para tokoh lintas agama juga menyerukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus secara sungguh-sungguh memimpin pemberantasan korupsi. Tak hanya itu, mereka juga menyerukan pada Jokowi untuk mengangkat Kapolri dengan mengutamakan kredibilitas, integritas dan kapabilitas.
"Mendukung KPK dan Polri untuk melakukan tugasnya menegakkan hukum dalam kerangka memberantas korupsi dan meningkatkan akuntabilitasnya," ungkapnya.
Di samping itu, para tokoh agama itu juga mendorong semua pihak agar menghentikan kriminalisasi dan tidak menjadikan KPK dan Polri sebagai alat kepentingan politik individu dan kelompok.
Adapun yang hadir antara lain tokoh agama Sikh HS Dillon, perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Ignatius Harianto, dan Ketua Harian Indonesian Conference and Religion for Peace (ICRP) Ulil Abshar Abdalla.
Selain itu, perwakilan-perwakilan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Budhayana Indonesia, perwakilan Syiah, Komunitas Sikh Tangerang Selatan, perwakilan agama Tao, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Persatuan Warga Kerohanian Sapta Dharma (Persada) dan perwakilan Ahmadiyah.
"Menyerukan kepada bangsa Indonesia untuk tidak khawatir, was-was atau resah, serta tetap tenang dan menjalankan aktivitas sebagaimana biasa," ujar Ketua Umum PBNU Saiq Aqil Siradj saat jumpa pers usai pertemuan para tokoh lintas agama di kantornya, Kramat Raya, Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Selain itu, para tokoh lintas agama juga menyerukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus secara sungguh-sungguh memimpin pemberantasan korupsi. Tak hanya itu, mereka juga menyerukan pada Jokowi untuk mengangkat Kapolri dengan mengutamakan kredibilitas, integritas dan kapabilitas.
"Mendukung KPK dan Polri untuk melakukan tugasnya menegakkan hukum dalam kerangka memberantas korupsi dan meningkatkan akuntabilitasnya," ungkapnya.
Di samping itu, para tokoh agama itu juga mendorong semua pihak agar menghentikan kriminalisasi dan tidak menjadikan KPK dan Polri sebagai alat kepentingan politik individu dan kelompok.
Adapun yang hadir antara lain tokoh agama Sikh HS Dillon, perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Ignatius Harianto, dan Ketua Harian Indonesian Conference and Religion for Peace (ICRP) Ulil Abshar Abdalla.
Selain itu, perwakilan-perwakilan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Budhayana Indonesia, perwakilan Syiah, Komunitas Sikh Tangerang Selatan, perwakilan agama Tao, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Persatuan Warga Kerohanian Sapta Dharma (Persada) dan perwakilan Ahmadiyah.
(kri)