Menteri Ekonomi Prancis Diancam Dibunuh

Rabu, 04 Februari 2015 - 13:14 WIB
Menteri Ekonomi Prancis...
Menteri Ekonomi Prancis Diancam Dibunuh
A A A
PARIS - Menteri Ekonomi Prancis Emmanuel Macron mengaku menerima ancaman pembunuhan dari pejabat tertentu yang marah atas rencananya mereformasi profesi hukum di Prancis.

Macron telah mengambil tindakan hukum atas ancaman pembunuhan yang diterimanya dan bertekad terus melanjutkan rencana reformasinya. Reformasi hukum yang dimaksud adalah membatasi profesi pengacara di Prancis. Kebijakan ini ditentang para pekerja hukum berkerah lantaran mereka takut kehilangan pekerjaannya.

Kebijakan ini sudah lama ditentang dan menyulut demonstrasi jalanan yang mayoritas dilakukan para pengacara. Macron pun tidak bergeming. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah paling tepat di tengah makin merosotnya perekonomian Prancis. Sebagai gantinya, Marcon ingin lebih fokus membenahi pertumbuhan ekonomi negaranya.

Salah satunya dengan memperpanjang pekan belanja untuk merangsang perekonomian. Jika kebijakan ini tidak dijalankan segera, Prancis terancam kehilangan target pengurangan defisit yang dicanangkan selesai pada tahun ini.

“Terlalu banyak perdebatan dalam kasus ini. Saya hanya ingin mereformasi sistem pengaturan profesi di negeri ini,” terang Marcon dilansir Channel News Asia. Selama menduduki kursi pemerintahan, Macron kerap membuat keputusan kontroversial. Sebagai seorang yang penuh pengalaman dalam bidang ekonomi, Macron menyadari betul reformasi tidak boleh setengah-setengah.

Jika ingin menyelamatkan negaranya, Macron harus bisa menumbuhkan perekonomian Prancis, apa pun caranya. Pengangkatannya sebagai Menteri Ekonomi terjadi pada Agustus 2014 dalam pemerintahan Manuel Vall. Macron menegaskan, dirinya akan fokus mengembalikan perekonomian Prancis agar kembali dipercaya investor untuk menyelamatkan perekonomian Prancis.

Rini agustina
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
KPK Ungkap Anak Buah...
KPK Ungkap Anak Buah Silmy Karim Diduga Beli Rumah Pakai Emas
Presiden Prabowo Subianto...
Presiden Prabowo Subianto Copot Silmy Karim dari Wamen Imipas
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved