SMK Akan Direvitalisasi Sesuai Potensi Daerah

Rabu, 04 Februari 2015 - 12:40 WIB
SMK Akan Direvitalisasi...
SMK Akan Direvitalisasi Sesuai Potensi Daerah
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merevitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK).

Revitalisasi juga bertujuan untuk memperbanyak jumlah SMK di perbatasan dan jurusan kemaritiman. Direktur Pembinaan SMK Ditjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Mustaghfirin Amin menjelaskan, revitalisasi ini akan disesuaikan dengan potensi daerah karena pengembangan suatu daerah memerlukan tenaga ahli madya yang handal seperti lulusan SMK ini.

Dia menjelaskan, jika potensi daerah tidak ditangani lulusan SMK maka hal itu berkorelasi pada tingkat urbanisasi yang tinggi. Sebab tidak ada lapangan pekerjaan dengan keterampilan ahli madya di daerah tersebut. “Sekarang sudah banyak lulusan SMK yang dibutuhkan di pasar daerah. Mereka terserap karena sudah terlatih dan siap kerja,” katanya di Kantor Kemendikbud kemarin.

Mustaghfirin menerangkan, gagasan ini sudah diakselerasi sejak tiga tahun lalu namun karena sebelumnya hanya menyentuh SMK di pulau Jawa saja maka tahun ini akan dimaksimalkan ke seluruh daerah. Menurut dia, potensi SMK yang akan direvitalisasi terutama di perbatasan atau kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Dia menyebut, pendataan memang masih dilakukan namun pihaknya tengah mengincar revitalisasi sekolah kejuruan di perbatasan Pulau Sebatik dan Krayan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dia menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk mengembangkan bidang kemaritiman, di kedua lokasi ini akan dibangun SMK dengan jurusan potensi kelautan dan perikanan. Terlebih di wilayah perbatasan ini banyak anak TKI dan nelayan yang membutuhkan keahlian sejenis. Mustaghfirin menjelaskan, rencana revitalisasi ini sudah dibahas Pemerintah Provinsi Kaltara.

Jika tidak membangun gedung baru Kemendikbud akan melakukan revitalisasi pada SMK yang sudah ada di wilayah tersebut. Di Pulau Sebatik, lanjut Mustaghfirin, ada potensi kelautan yang bisa dikembangkan. Terlebih saat ini Pulau Sebatik menjadi kota perlintasan Indonesia-Malaysia, sehingga dibutuhkan pula keahlian jasa untuk membuat kota tersebut semakin berkembang.

Mustaghfirin mengakui, jumlah SMK Kelautan dan Perikanan saat ini baru ada 615 SMK dengan jumlah siswa 79.991 orang. Namun karena Indonesia sebagai negara kepulauan jumlah tersebut masih bisa dikembangkan. Untuk itu, kata Mustaghfirin, pihaknya mengalokasikan beasiswa bagi para siswa yang belajar di SMK dengan tiga bidang keahlian seperti Kelautan, Perikanan dan Pertanian.

Diharapkan, lulusan SMK di tiga bidang tersebut bisa mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim dan agraris. “Kami berikan beasiswa karena bukan persoalan mudah untuk menarik anak zaman sekarang untuk ke SMK,” jelasnya.

Anggota Komisi X DPR Jefri Riwu Kore setuju jika pemerintah ingin mengembangkan SMK. Sebab pendidikan keterampilan dinilailebihcocokdikembangkan di Indonesia karena lebih banyak menghasilkan tenaga kerja yang langsungterserappasarkerja. Dia menjelaskan, mengapa lulusan SMK lebih banyak terpakai daripada SMA karena mereka sudah menguasai keahlian dasar seperti manajemen, sekretaris ataupun akuntansi yang banyak dicari perusahaan-perusahaan.

“Lulusan SMK itu sudah punya skill bekerja. Namun tidak menutup kemungkinan mereka mengasah kemampuannya itu di politeknik,” ungkapnya.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved