LIPI Usulkan Desain Pemilu Baru

Selasa, 03 Februari 2015 - 14:39 WIB
LIPI Usulkan Desain...
LIPI Usulkan Desain Pemilu Baru
A A A
JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengusulkan desain baru terkait skema pemilihan umum, yakni pemilu nasional dan pemilu lokal. Keduanya bisa diselenggarakan secara serentak sesuai jadwal yang disepakati bersama.

Desain yang diajukan oleh LIPI didasarkan pada riset dan hasil evaluasi pada pemilu presiden dan legislatif 2014. Dalam desainnya, LIPI ingin menyatukan persepsi pemilu merupakan kesatuan dari pilpres, pileg DPR, DPD, dan DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dan juga pilkada. Peneliti Electoral Research Institute (ERI) yang juga mantan Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti mengusulkan agar pemilu dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemilu nasional serentak dan pemilu lokal serentak.

”Pada tingkat nasional presiden, DPR, dan DPD dipilih secara serentak, dan pemilu serentak regional atau lokal pada tingkatan provinsi,” ujarnya Gedung LIPI, Jakarta, kemarin. Jika desain ini direalisasikan, menurut Ramlan tentunya harus ada revisi terkait UU Pemilu, karena selain pergeseran waktu yang disesuaikan, juga ada persepsi yang harus disamakan.

”Tentu perlu dihadirkan kembali pembahasan mengenai pemilu baru secara serius di masa mendatang, jika ide ini diterima,” tandasnya kemarin. Urgensi pemisahan pemilu nasional serentak dengan pemilu lokal serentak diliputi oleh beberapa hal, antara lain mempercepat efektivitas pemerintahan presidensial, kemudahan teknis penyelenggaraan, dan efisiensi anggaran.

Peneliti LIPI Syamsuddin Haris menegaskan, desain yang dibuat LIPI bersama ERI ini merupakan usulan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu khususnya KPU, tidak ada sangkut pautnya dengan pilkada serentak yang akan berlangsung tahun ini. ”Ini kita baru menyajikan usulan dan masukan berdasar hasil riset yang telah kita lakukan.

Tentu kalau disetujui perlu banyak perubahan dalam pelaksanaannya, terutama pada UU Pemilu,” ucapnya kemarin di Gedung LIPI. Menurutnya, usulan yang diberikan punya tujuan untuk mengefektifkan sistem pemerintahan yang presidensial. Selama ini, pelaksanaannya tidak begitu efektif. ”Bupati dan gubernur tidak saling mendukung, banyak gubernur bikin rapat dan bupati tidak datang,” tandasnya.

Mula akmal
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved