Ini Beda Staf Kepresidenan di AS dengan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2015 - 05:12 WIB
Ini Beda Staf Kepresidenan...
Ini Beda Staf Kepresidenan di AS dengan Indonesia
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sama-sama memiliki staf kepresidenan. Namun ada perbedaan antara staf kepresidenan di dua negara tersebut.

"Kalau di Amerika, staf kepresidenan memang melekat dengan hadirnya Presiden terpilih baru," kata Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit, dalam diskusi bertajuk 'Pembubaran Unit Staf Kepresidenan; Menuju Efektivitas dan Efisiensi Pemerintahan Jokowi-JK' di Hotel Mega Proklamasi, Jalan Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat, Senin 2 Februari kemarin.

Hendrajit menjelaskan, unit staf kepresidenan di Amerika Serikat, memang dibutuhkan untuk menyatu padukan birokrasi di Istana Presiden yang sudah bekerja secara permanen.

"Staf kepresidenan di Amerika hadir untuk menjadi wakil dari kebijakan strategis dan skema Presiden baru. Agar padu birokrasi menjadi daya dukung, sekaligus untuk membuat tim dukungan strategis Presiden yang masuk istana itu, membangun akar dukungan juga di antar departemen," katanya.

Menurut Hendrajit, staf kepresidenan dibutuhkan di Amerika Serikat, karena di sana tak memiliki kementerian sekretariat negara atau sekretariat kabinet.

Hadirnya kepala staf kepresidenan di Amerika Serikat, lanjut dia, bukan untuk membangun birokrasi tandingan."Justru menyelaraskan kebijakan presiden dengan birokrasi yang sebetulnya sudah merupakan kumpulan para ahli," ujarnya.

Hendrajit menegaskan, berbeda halnya dengan staf kepresidenan di pemerintahan Jokowi-JK.
"Kalau di kita, dia bikin ini tidak dengan dasar gagasan di Amerika. Tapi dia meniru lembaganya. Nah itu kan ruhnya jadi beda," tegasnya.

Staf kepresidenan di pemerintahan Jokowi-JK muncul disaat sudah ada Mensesneg dan Seskab.
"Sehingga jadi pertanyaan, ketika muncul, apalagi ada gesekan antarelit pendukung Jokowi di ring satu pun cukup tajam, bukannya memberi kejelasan perannya, malah menimbulkan tanda tanya," ucapnya.

Staf kepresidenan di pemerintahan Jokowi-JK, berpotensi menjadi operasi tertutup untuk tujuan-tujuan hanya Presiden yang tahu."Disaat yang sama bisa menimbulkan krisis didalam antarlembaga seperti di sesneg, seskab dan kantor staf kepresidenan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima PN Jaktim, Roy Suryo: Harusnya Berlaku Juga Buat Kasus Saya
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Hakim: JPU Tak Cermat Susun Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved