Ini yang Dibahas Petinggi DPR dan Jokowi di Istana
Senin, 02 Februari 2015 - 22:29 WIB
Ini yang Dibahas Petinggi DPR dan Jokowi di Istana
A
A
A
JAKARTA - Pemimpin DPR menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Senin (2/2/2015) tadi.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai hal, salah satunya soal pencalonan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai calon Kapolri.
"Pimpinan DPR dan Presiden dan Wapres kita meningkakan silaturahmi antara eksekutif dan legislatif. Setelah APBNP, Presiden akan berkunjung ke DPR," kata Ketua DPR Setya Novanto di Istana Presiden, Jakarta, Senin (2/2/2015).
Setya mengakui pertemuan itu menyinggung soal pencalonan Budi Gunawan. DPR, kata dia, telah menyelesaikan mekanisme pencalonan Budi.
Menurut dia, saat ini keputusan berada di tangan Presiden Jokowi. "Presiden akan memutuskan apakah sebelum praperadilan atau sesudah,"tandasnya.
Dalam pertemuan itu juga disinggung terkait dengan perppu Pilkada yang baru disahkan oleh DPR. Persoalan terkait kontrak Freeport juga dibahas dalam pertemuan DPR dan Jokowi.
"Soal Freeport sudha kami sampaikan bahwa Freeport ini sangat strategis bagi Papua dan bangsa. Perpanjangan (kontrak) ini menyalahi aturan yang ada, tentu ini akan segera diperbaiki," tuturnya.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai hal, salah satunya soal pencalonan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai calon Kapolri.
"Pimpinan DPR dan Presiden dan Wapres kita meningkakan silaturahmi antara eksekutif dan legislatif. Setelah APBNP, Presiden akan berkunjung ke DPR," kata Ketua DPR Setya Novanto di Istana Presiden, Jakarta, Senin (2/2/2015).
Setya mengakui pertemuan itu menyinggung soal pencalonan Budi Gunawan. DPR, kata dia, telah menyelesaikan mekanisme pencalonan Budi.
Menurut dia, saat ini keputusan berada di tangan Presiden Jokowi. "Presiden akan memutuskan apakah sebelum praperadilan atau sesudah,"tandasnya.
Dalam pertemuan itu juga disinggung terkait dengan perppu Pilkada yang baru disahkan oleh DPR. Persoalan terkait kontrak Freeport juga dibahas dalam pertemuan DPR dan Jokowi.
"Soal Freeport sudha kami sampaikan bahwa Freeport ini sangat strategis bagi Papua dan bangsa. Perpanjangan (kontrak) ini menyalahi aturan yang ada, tentu ini akan segera diperbaiki," tuturnya.
(dam)