KMP-Jokowi Mesra, Golkar Munas Bali Menguat

Senin, 02 Februari 2015 - 11:47 WIB
KMP-Jokowi Mesra, Golkar...
KMP-Jokowi Mesra, Golkar Munas Bali Menguat
A A A
JAKARTA - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto membawa dampak luas pada konstelasi politik, termasuk memengaruhi kondisi internal Partai Golkar yang masih mengalami dualisme kepemimpinan.

Kedekatan Jokowi dengan elite Koalisi Merah Putih (KMP) tersebut dinilai akan menguntungkan partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB). “ARB menguat, sebab posisi tawarnya terhadap Presiden Jokowi dan pemerintah menjadi sangat kuat. Sekarang kepiawaian ARB memainkan situasi ini akan diuji. Sementara posisi Agung Laksono tidak menguntungkan,” kata pakar komunikasi politik Heri Budianto di Jakarta kemarin.

Mengenai polemik dualisme di tubuh Golkar yang belum terselesaikan secara tuntas, dia menilai itu bisa membuat Golkar terombang-ambing. Padahal penyelesaian dualisme Golkar itu akan sangat menentukan nasib Golkar di momen-momen politik ke depan, termasuk pilkada serentak 2015. “Jika konflik tidak segera dituntaskan, Golkar akan gigit jari di pilkada,” ujar Direktur Eksekutif Polco MM Institute ini.

Mengomentari makna pertemuan Jokowi dengan Prabowo, Heri mengatakan itu dilakukan karena faktor kepentingan Jokowi terhadap KMP dalam upaya memuluskan keinginannya yang ingin membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai kapolri. Di sisi lain, Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Tantowi Yahya mengatakan, perundingan kubu ARB dengan Agung menuju islah terus berjalan.

Tapi yang dikhawatirkan oleh kubu Munas Bali adalah tidak ada tenggat waktu pada perundingan kedua kubu sedangkan pemasalahan rumah tangga Golkar banyak yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, lanjut Tantowi, langkah hukum pengadilan terpaksa diambil dalam rangka mencari kepastian hukum. Tantowi juga membantah kabar Akbar Tanjung telah mengundurkan diri sebagai Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar akibat pihak Munas Bali membawa persoalan internal tersebut ke jalur hukum. “Saya sudah mendapat konfirmasi bahwa itu tidak benar,” ujarnya.

Kiswondari
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Gempa M7,1 Guncang Jepang,...
Gempa M7,1 Guncang Jepang, Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban
PWI Cabut Laporan Polisi...
PWI Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
Perindo Bekali Anggota...
Perindo Bekali Anggota Legislatif Strategi Pemenangan dan Pemahaman Teknis Kepemiluan
Anggota DPRD Jatim Ditahan...
Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK, Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar demi Jatah Dana Hibah Rp83,4 Miliar
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Dasar Penetapan Febrie...
Dasar Penetapan Febrie sebagai Tersangka TPPU Dipertanyakan
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved