Pecalang Bali Berharap Revitalisasi Teluk Benoa

Minggu, 01 Februari 2015 - 15:30 WIB
Pecalang Bali Berharap...
Pecalang Bali Berharap Revitalisasi Teluk Benoa
A A A
JAKARTA - Kondisi Teluk Benoa menjadi perhatian para pecalang atau petugas keamanan tradisional Bali. Para pecalang meminta pemerintah pusat segera merevitalisasi teluk tersebut.

Salah satunya menerbitkan izin lingkungan sehingga revitalisasi bisa segera dilakukan.

"Saya survei ke masyarakat bawah, ternyata banyak yang dukung, hanya saja mereka tidak mau beri komentar. Mereka mendukung karena revitalisasi dinilai akan menyerap banyak tenaga kerja asal Bali. Makanya saya juga sangat mendukung sekali," kata Ketua Pecalang Dukuh Sakti Bali Jero Mangku Made Wibawa Sabtu 31 Januari 2015.

Dia mengatakan, revitalisasi Teluk Benoa merupakan program yang sangat bagus. Bukan hanya bagi masyarakat Bali saat ini, tapi juga generasi mendatang.

"Bukan hanya bagi kita sekarang ini manfaatnya, tapi juga anak cucu kita nanti. Selain penyerapan tenaga kerja, Bali juga dibikin menjadi semakin bagus," ucapnya.

Made Wibawa mengaku, anggotanya yang tersebar di semua kabupaten di Bali hingga sekarang turun langsung ke lapangan, menyosialisasikan rencana revitalisasi tersebut.

"Kami mohon dengan segera agar pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk segera merealisasikan revitalisasi. Sebab, kenyataanya kalau dipolling lebih banyak setuju," ucapnya.

Made Wibawa pun menegaskan pihaknya siap mendukung revitalisasi dengan segala konsekuensinya. "Kami juga siap mengamankan agar revitalisasi itu terealisasi. Kami sudah siap dengan segala konsekuensinya," ujarnya.

Kondisi Teluk Benoa saat ini memprihatinkan. Karena terjadi pendangkalan yang mengancam kehidupan hutan mangrove akibat sedimentasi.

Bahkan, Teluk Benoa dipenuhi sampah sisa pembangunan jalan tol, sampah rumah tangga, dan sampah industri.

Kondisi ini mendorong pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 51/2014 yang membolehkan dilakukan revitalisasi di Teluk Benoa.

Dari luas perairan Teluk Benoa yang seluas lebih kurang 1400 Ha, area yang akan direklamasi seluas 700 Ha (50%), dan hanya 400 Ha (28,5%) yang akan dikembangkan sebagai pusat-pusat wisata yang baru.

Sisanya seluas 300 Ha beserta Perairan Teluk Benoa akan didedikasikan untuk ruang terbuka hijau dan fasilitas sosial serta fasilitas umum (fasos fasum).
(dam)
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Federasi Pariwisata...
Federasi Pariwisata Sarbumusi Dukung Pemerintah Percepat Pemulihan Pariwisata
Berita Terkini
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Infografis
Populasi Hiu Martil...
Populasi Hiu Martil Hilang dari Gunung Bawah Laut Teluk California
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved