Bertemu Prabowo, Jokowi Isyaratkan Lawan Intervensi PDIP
Sabtu, 31 Januari 2015 - 21:56 WIB
Bertemu Prabowo, Jokowi Isyaratkan Lawan Intervensi PDIP
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mantan rivalnya di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 lalu yakni Prabowo Subianto dinilai sebagai sebuah manuver politik. Sebagai upaya Jokowi menyelesaikan kisruh antara KPK dan Polri.
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heriyanto menilai, Jokowi menyisipkan pesan terkait pertemuan tersebut. Menurutnya, hal itu dijadikan Jokowi sebagai salah satu siasat mengatasi polemik dua lembaga penegak hukum itu.
"Yang menjadi panggung besar adalah pertemuan Prabowo dengan Jokowi. Ini yang dikehendaki ada satu peluang Jokowi bisa memberi pesan kepada elite parpol yang setiap saat memberi tekanan ke Pak jokowi," ujar Gun Gun dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya Network di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2015).
Dia berpandangan, Jokowi mengisyaratkan bahwa ada kekuatan lain yang bisa memberi dukungan ke dirinya di luar Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Jokowi seakan mengirim sinyal 'melawan' atas desakan politik yang tengah menghimpitnya termasuk intervensi dari elite PDIP.
"Ada opsi Jokowi memberi ruang yang presentatif untuk dia mencari dukungan. Tantangan yang paling besar adalah relasi kuasa Jokowi dengan orang-orang yang di dalam kekuasaan yang mendapat tekanan sangat dahsyat. Jadi Jokowi sekarang mengirim pesan bahwa dia ingin memiliki otoritas," tandasnya.
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heriyanto menilai, Jokowi menyisipkan pesan terkait pertemuan tersebut. Menurutnya, hal itu dijadikan Jokowi sebagai salah satu siasat mengatasi polemik dua lembaga penegak hukum itu.
"Yang menjadi panggung besar adalah pertemuan Prabowo dengan Jokowi. Ini yang dikehendaki ada satu peluang Jokowi bisa memberi pesan kepada elite parpol yang setiap saat memberi tekanan ke Pak jokowi," ujar Gun Gun dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya Network di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2015).
Dia berpandangan, Jokowi mengisyaratkan bahwa ada kekuatan lain yang bisa memberi dukungan ke dirinya di luar Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Jokowi seakan mengirim sinyal 'melawan' atas desakan politik yang tengah menghimpitnya termasuk intervensi dari elite PDIP.
"Ada opsi Jokowi memberi ruang yang presentatif untuk dia mencari dukungan. Tantangan yang paling besar adalah relasi kuasa Jokowi dengan orang-orang yang di dalam kekuasaan yang mendapat tekanan sangat dahsyat. Jadi Jokowi sekarang mengirim pesan bahwa dia ingin memiliki otoritas," tandasnya.
(kri)