Produksi Massal Herbal Masih Terganjal Proses Perizinan

Jum'at, 30 Januari 2015 - 11:01 WIB
Produksi Massal Herbal...
Produksi Massal Herbal Masih Terganjal Proses Perizinan
A A A
Wabah demam berdarah (DB) di Jawa Timur (Jatim) terus meluas. Jika sebelumnya ada 15 kabupaten/ kota berstatus kejadian luar biasa (KLB), per kemarin bertambah menjadi 20 daerah. Dari 2.557 pasien, 49 orang di antaranya meninggal dunia.

Situasi itu memantik keprihatinan Kepala Institute of Tropical Disease (TID) Universitas Airlangga (Unair) Prof Nasronuddin. Ilmuwan asal Ponorogo, Jatim, ini menilai pemerintah sebagai regulator lamban menyikapi DB. Menurutnya, pemerintah pusat, provinsi, hingga kota/kabupaten harus gencar menggalakkan perang udara, darat, dan air. Perang udara yakni menyemprotkan foggingdengan sasaran nyamuk dewasa.

Perang darat adalah pencegahan nyamuk mendekati pekarangan rumah dengan menanam pohon antinyamuk di pekarangan rumah. Selain itu juga pemasangan kawat kasa di jendela. Sedangkan perang air adalah menutup tempat air dan melakukan abatisasi sepekan sekali. “Kalau ada genangan air di luar rumah, drainasenya diperlancar dan diberi ikan. Termasuk di kolam,” sebutnya.

Terjadi perubahan keganasan larva, jentik, yang akhirnya menjadi nyamuk juga dipicu intervensi manusia yakni fogging. Foggingbisa mematikan nyamuk dewasa, namun di sisi lain membuat larva dan jentik bermutasi semakin kuat. “Nyamuk, larva yang bertahan hidup dan mutasi menjadi lebih ganas setelah ada fogging,” urainya.

Sebelum 2010, tipe virus ada DEN 1, 2, 3, dan DEN 4. Saat itu virus DEN 2 yang disusul DEN 3 ganas dan menjadi perhatian dokter. Virus DEN 2 dan DEN 3 lebih memiliki risiko pendarahan hebat bagi penderita. “Virus DEN 1 subtipe 4 kini lebih ganas. Dokter harus updatepengetahuan ini supaya tidak salah penanganan,” pesannya.

Dokter yang tidak mengikuti perkembangan virus seiring wabah DB sekarang bisa menambah fatal pasien karena masa inkubasi virus DEN 1 subtipe 4 ini lebih cepat. “Setiap orang sakit demam satu sampai dua hari jangan diobati sendiri, segera ke dokter,” kata Nasronuddin. Nasronuddin juga prihatin dengan jumlah penderita DB yang meninggal dunia bertambah dari hari ke hari.

Risiko itu seharusnya bisa ditekan dengan keberadaan obat herbal hasil penelitian lembaga yang dipimpinnya. Produksi massal obat temuannya itu masih terganjal proses perizinan di Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Kementerian Kesehatan RI. Padahal, obat yang mampu meningkatkan daya kekebalan tubuh ini sudah melalui kajian empiris serta di-ujicobakan terhadap ratusan orang dengan hasil keakuratan atau penyembuhan hingga 97%.

Obat herbal ini berbahan satu jenis tanaman, Melaleuca Alternifolia. Ini tanaman perdu asli Australia dan di Indonesia sudah dibudidayakan. Menurut Nasronuddin, bahan aktif dalam obat herbal yang diteliti dan ditemukan timnya mampu membunuh virus DB hingga 97%. Dampak lain, meningkatkan kekebalan tubuh nonpenderita yang meminumnya dan meningkatkan kekebalan tubuh penderita.

“Sayangnya, obat ini terlalu lama untuk diproduksi massal. Semoga pemerintahan sekarang bisa lebih cepat,” harapnya. Sebelumnya, imbuh Nasronuddin, obat DB yang ada sebatas mengatasi keluhan dan gejala. Selama ini pasien yang pusing diberi obat pusing. Pasien yang tidak nafsu makan diberi perangsang makan. Obat sebelumnya tidak mencegah kebocoran pembuluh darah. Ada dua jenis obat herbal ini, bentuk ekstrak dalam kapsul dan sirup untuk anak.

“Selain membunuh virus, meningkatkan daya tahan tubuh, juga mencegah kebocoran pembuluh darah. Penelitian obat herbal ini melibatkan 530 orang subjek, dan 97% terbukti membunuh virus denguedan tingkatkan kekebalan tubuh.

Orang yang tidak sakit baik jika meminum herbal ini sebab efek positifnya meningkatkan kekebalan tubuh, menghasilkan efek imunomodulator. Ini kalau lamban produksi massal, pabrik farmasi luar negeri bisa saja memproduksi,” pungkasnya.

Soeprayitno
Surabaya
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Negara-negara Ini Melakukan...
Negara-negara Ini Melakukan PHK Massal PNS, Indonesia Menyusul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved