Fidel Dukung Rekonsiliasi

Kamis, 29 Januari 2015 - 12:20 WIB
Fidel Dukung Rekonsiliasi
Fidel Dukung Rekonsiliasi
A A A
HAVANA - Mantan pemimpin Kuba Fidel Castro mendukung upaya pemulihan hubungan diplomatik antara Havana dan Washington yang dipublikasikan pada Senin malam (26/1) lalu.

Namun, Castro juga menunjukkan skeptisme melalui beberapa pertanyaan hubungan kedua negara di masa mendatang. Itu merupakan dukungan Castro yang disampaikan pertama kali melalui sebuah surat dan dibacakan melalui stasiun televisi dan diterbitkan media Pemerintah Kuba, Granma.

Pada 17 Desember lalu, adik Fidel Castro, Presiden Raul Castro dan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meneken kesepakatan tentang rekonsiliasi antara kedua negara dalam berbagai bidang. Kesepakatan normalisasi hubungan Havana- Washington itu akan mengakhiri ketegangan selama lebih dari 50 tahun. “Kami akan mendukung kerja sama dan persahabatan dengan semua penduduk dunia, termasuk lawan politik kami,” tulis Fidel Castro dalam surat itu.

“ Fidel Castro telah menempuh langkah-langkah terkait hak prerogatif dan kekuasaan yang diberikan kepadanya oleh Dewan Nasional Partai Komunis Kuba.” Dukungan itu memang bukan sepenuhnya. Tetapi, dia tidak menunjukkan penolakan terhadap hubungan politik dengan musuh besarnya, AS. Pasalnya, hampir seumur hidupnya atau 49 tahun, Fidel Castro berkonflik dengan AS sejak dia berkuasa setelah revolusi 1959.

Pada 2008, dia memilih pensiun karena kesehatannya yang memburuk dan digantikan oleh Raul Castro, 83. Fidel Castro, 88, masih memberikan beberapa pernyataan yang menunjukkan keraguan dan ketidakpercayaan terhadap Washington. “Saya tidak mempercayai kebijakan Amerika, atau berkomunikasi dengan mereka, tetapiinibukanberartisaya menolak jalan keluar damai terhadap berbagai konflik atau bahaya perang,” kata Fidel Castro.

AS dan Kuba menggelar serangkaian perundingan tingkat tinggi yang bersejarah pada pekan depan. Mereka membahas berbagai hal, termasuk pembukaan kedutaan besar AS di Kuba dan sebaliknya, serta isu sensitif seperti imigrasi dan pengurangan sanksi ekonomi serta pembatasan perdagangan. Semua permasalahan itu tidak dapat diselesaikan dalam satu kali pertemuan, tetapi diharapkan adanya keberlanjutan.

“Solusi damai atau dinegosiasikan terhadap permasalahan antara AS dan rakyat Amerika Latin tidak boleh memaksakan atau penggunaan kekuatan yang seharusnya diperlakukan sesuai dengan norma dan prinsip internasional,” ungkap Fidel Castro. Sudah sejak ramainya prospek membaiknya hubungan antara AS dan Kuba, Fidel Castro lebih banyak diam. Itu berkait dengan kondisi kesehatannya yang dikabarkan memburuk.

Lamanya dukungan Fidel terhadap langkah adiknya, Raul, juga memicu spekulasi kalau ada perbedaan pandangan dalam kebijakan yang berkaitan dengan AS. Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki mengungkapkan, komentar mantan Presiden AS Fidel Castro merupakan sinyal positif.

“Washington akan melihat ke depan bersama Kuba untuk mengadopsi norma-norma internasional untuk Kuba yang demokrasi, sejahtera, dan stabil,” kata Psaki, dikutip AFP. Dalam pandangan Jorge Duany, akademisi Kuba di Universitas Internasional Florida, surat Fidel Castro itu memiliki pesan ganda.

“Pertama, perlunya berhati-hari ketika mendukung normalisasi hubungan kedua negara, dan perlunya perhatian terhadap niat negara kuat di utara (AS),” kata Duany. Sedangkan Arturo Lopez- Levy, analis dari Universitas New York, mengungkapkan bahwa surat Fidel Castro mengingatkan semua pihak kalau dia merupakan penentu utama dalam penyusunan kebijakan penting di Kuba.

“Tidak ada kebebasan dari semangat revolusi dalam pragmatisme kebijakan luar negeri, tetapi hanya penyesuaian untuk keseimbangan dua komponen (AS dan Kuba),” tuturnya. Dia menegaskan, kedua itu harus berhadapan dengan legasi masing-masing sejarah.

Andika hendra m
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Presiden PKS: Olahraga...
Presiden PKS: Olahraga Jadi Jembatan Pembangunan Mental Generasi Muda
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Putusan MK Baru Langkah...
Putusan MK Baru Langkah Awal, IAW Dorong Restitusi Historis Kuota Internet Hangus
Menkum Supratman: Tarif...
Menkum Supratman: Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved