Jepang dan Yordania Alami Masalah Pembebasan Sandera ISIS

Rabu, 28 Januari 2015 - 12:18 WIB
Jepang dan Yordania...
Jepang dan Yordania Alami Masalah Pembebasan Sandera ISIS
A A A
TOKYO - Jepang dan Yordania menghadapi permasalahan dan pilihan yang sulit terkait penyelamatan warga mereka yang disandera militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kendati sepakat bekerja sama, permintaan yang dilayangkan ISIS kembali membuat dilema. Kini ISIS sudah tidak meminta tebusan uang USD200 juta lagi setelah tenggat waktu 72 jam berakhir pada pekan lalu atau setelah satu sandera asal Jepang, Haruna Yukawa, dipenggal. Mereka justru meminta pembebasan tahanan tentara Al-Qaeda, Sajida Mubarak Atrous al-Rishawi, di salah satu LP Yordania.

Sajida merupakan terdakwa bom bunuh diri yang akan dihukum mati. ISIS ingin menukar Sajida dengan sandera asal Jepang, Kenji Goto. Sandera asal Yordania, Muath al Kasaesbeh, juga ditampilkan dan diancam akan diberi konsekuensi yang berat. Yordania sudah terlanjur berjanji akan membantu Jepang menyelamatkan Haruna.

Namun, kondisi ini tidak mungkin mereka penuhi dengan alasan apa pun. Sebab, hubungan antara Yordania, begitu pun Jepang, dengan AS diyakini akan memburuk jika mereka sampai melakukan barter. Juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS Jen Psaki mengatakan, penukaran sandera dengan tahanan sama saja dengan membayar uang tebusan. “Itu masih satu kategori,” kata Psaki, dikutip AFP.

Keselamatan Goto juga tetap menjadi prioritas pemerintah Jepang. Sebelumnya Haruna tewas di tangan ISIS setelah Jepang gagal memenuhi tuntutan ISIS yang meminta tebusan USD200 juta. Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe pun dikritik pahit masyarakat Jepang, terutama mengenai keputusannya yang ingin ikut campur dalam urusan sensitif di Timur Tengah.

Pada skenario penyelamatan Haruna, Jepang juga bekerja sama dengan Yordania. Namun, upaya tersebut gagal. Kini permasalahan semakin rumit karena ISIS juga mengeluarkan sandera asal Yordania, Muath. Muath merupakan seorang pilot. Pesawatnya jatuh pada Desember lalu saat ikut melakukan operasi pengeboman yang dipimpin koalisi AS.

Muh shamil
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved