Anggito Ditelisik Soal 2.000 Sisa Kuota Haji
Senin, 26 Januari 2015 - 17:11 WIB
Anggito Ditelisik Soal 2.000 Sisa Kuota Haji
A
A
A
JAKARTA - Penyidik menelisik sisa kuota haji milik jemaah sebanyak 2.000 kepada mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abimanyu.
Hal ini disampaikan langsung Anggito Abimanyu usai merampungkan pemeriksaannya selama lebih lima jam. Anggito tampak keluar dari ruang steril sekitar pukul 15.43 WIB.
Tampil mengenakan baju koko coklat ornamen putih dibalut jaket hitam, Anggito langsung berlari menuruni tangga. "Pemeriksaan lanjutan, tambahan aja. Ya konfirmasi," kata Anggito sembari berjalan ke luar pintu Gerbang KPK, Jakarta, Senin (26/1/2015).
Disinggung apakah konfirmasi lanjutan tersebut terkait dengan pemondokan, transportasi, dan katering, Anggito hanya mengangguk. Dia mengaku, penyidik tidak mengonfirmasi atau mengkonfrontir keterangan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis, Rabu 21 Januari 2015 lalu. Penyidik juga tidak menanyakan soal penganggaran haji.
"Enggak. Konfirmasi soal angka-angka aja. Ya angka-angka jumlah. Enggak. Angka-angka jemaah, kuota. Itu ya," imbuhnya.
Dimintai ketegasannya bagaimana penjelasan atas kuota tersebut, Anggito masih belum mau terbuka. Dia mengaku masalah kuota yang dia sampaikan dan ditanya penyidik masih terkait yang lama-lama.
Lantas, apakah penyidik menanyakan kuota haji yang tersisa sebanyak 2.000? Anggito membenarkannnya. "Iya. Kurang lebih begitu lah," tandasnya.
Diketahui, Anggito sudah diperiksa berkali-kali sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyelenggaraan dan penggunaan dana haji tahun anggaran 2012-2013 untuk tersangka mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali. Terakhir kali Anggito diperiksa 18 Desember 2014 lalu.
Hal ini disampaikan langsung Anggito Abimanyu usai merampungkan pemeriksaannya selama lebih lima jam. Anggito tampak keluar dari ruang steril sekitar pukul 15.43 WIB.
Tampil mengenakan baju koko coklat ornamen putih dibalut jaket hitam, Anggito langsung berlari menuruni tangga. "Pemeriksaan lanjutan, tambahan aja. Ya konfirmasi," kata Anggito sembari berjalan ke luar pintu Gerbang KPK, Jakarta, Senin (26/1/2015).
Disinggung apakah konfirmasi lanjutan tersebut terkait dengan pemondokan, transportasi, dan katering, Anggito hanya mengangguk. Dia mengaku, penyidik tidak mengonfirmasi atau mengkonfrontir keterangan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis, Rabu 21 Januari 2015 lalu. Penyidik juga tidak menanyakan soal penganggaran haji.
"Enggak. Konfirmasi soal angka-angka aja. Ya angka-angka jumlah. Enggak. Angka-angka jemaah, kuota. Itu ya," imbuhnya.
Dimintai ketegasannya bagaimana penjelasan atas kuota tersebut, Anggito masih belum mau terbuka. Dia mengaku masalah kuota yang dia sampaikan dan ditanya penyidik masih terkait yang lama-lama.
Lantas, apakah penyidik menanyakan kuota haji yang tersisa sebanyak 2.000? Anggito membenarkannnya. "Iya. Kurang lebih begitu lah," tandasnya.
Diketahui, Anggito sudah diperiksa berkali-kali sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyelenggaraan dan penggunaan dana haji tahun anggaran 2012-2013 untuk tersangka mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali. Terakhir kali Anggito diperiksa 18 Desember 2014 lalu.
(kri)