Dunia Kecam Eksekusi Warga Jepang

Senin, 26 Januari 2015 - 10:38 WIB
Dunia Kecam Eksekusi...
Dunia Kecam Eksekusi Warga Jepang
A A A
TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe kemarin mengutuk pembunuhan warganya, Haruna Yukawa, dan meminta pembebasan sandera lainnya, Kenji Goto.

Yukawa dieksekusi oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) karena Tokyo enggan membayar uang tebusan senilai USD200 juta atau Rp2,49 triliun. “Itu (pembunuhan) merupakan tindakan terorisme yang keterlaluan dan tidak dapat dimaafkan. Saya mengutuknya dengan keras,” kata Abe, dikutip AFP.

Dia juga meminta pembebasan Sandra kedua, jurnalis lepas Kenji Goto. Pernyataan Abe itu setelah video yang menggambarkan seorang sandera Jepang, Kenji Goto yang berprofesi sebagai jurnalis mengangkat foto sandera Haruna Yukawa yang sepertinya telah dipenggal. Pemerintah Jepang telah memastikan video itu memang valid. Video itu diduga dirilis oleh ISIS pada Sabtu (24/1) karena Pemerintah Jepang tidak mau memberikan uang tebusan. “Kita tidak akan menyerang melawan terorisme,” kata Abe.

Namun, Abe menjelaskan Jepang tidak akan ikut secara aktif dalam memerangi ISIS. Tokyo hanya berkomitmen kepada bantuan kemanusiaan. “Kita akan aktif berkontribusi dalam perdamaian dan stabilitas dunia bersama dengan komunitas internasional.” Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengutuk “pembunuhan brutal” seorang warga negara tersebut.

Obama mengungkapkan, dia berjanji bahwa AS dan sekutunya akan menghukum pelaku pembunuhan tersebut. “Kami memperbaharui seruan kami untuk pembebasan para sandera,” kata Obama, dikutip Reuters. Dia juga mengapresiasi kontribusi bantuan kemanusiaan Jepang terhadap Timur Tengah.

Hal senada diungkapkan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron yang menganggap itu sebagai pembunuhan yang biadab. Pernyataan sama juga diungkapkan Presiden Prancis Francois Hollande. Kemudian PM Australia Tony Abbott menyebut itu sebagai kekejaman mutlak.

Para pejabat Jepang mengklaim telah berulang mencoba menghubungi para gerilyawan. Salah satu penasihat Abe melaporkan telah terjadi komunikasi “tidak langsung” dengan para gerilyawan. Abe juga menggunakan kedekatannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membantu melepaskan sandera.

Andika hendra m
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved