Suksesi Pemimpin yang Mulus

Sabtu, 24 Januari 2015 - 12:55 WIB
Suksesi Pemimpin yang...
Suksesi Pemimpin yang Mulus
A A A
Suksesi Raja Abdullah tergolong lancar dan aman. Jauh sebelum Raja Abdullah meninggal dunia, para pengamat menilai proses transisi kepada Salman bin Abdul Aziz yang sebelumnya menjadi putra mahkota akan berlangsung lancar.

Karena jika ada kevakuman dalam pergantian raja Saudi, itu menandakan kerajaan dalam kondisi kritis. Apalagi, Arab Saudi merupakan aliansi utama Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. “Banyak orang mengira proses transisi berjalan lancar,” kata Simon Henderson, pakar suksesi Saudi dari Washington Institute for Near East Policy, dikutip Washington Post.

Beberapa pertimbangan dalam proses suksesi di Kerajaan Arab Saudi. Adanya hukum Hay’at al Bay’ah atau Dewan Kesetiaan yang diumumkan pada 2006. Dewan itu beranggotakan anak dan keturunan Raja Abdulaziz al-Saud, dan bertugas untuk memilih raja dan putra mahkota. Mansour Almarzoqi, peneliti tentang Saudi dari Sciences Po de Lyon, Prancis, memandang, kesuksesan suksesi itu juga dipengaruhi karakteristik Raja Abdullah bin Abdulazis al-Saud dan tantangan raja masa depan. Faktor-faktor itu membuat proses transisi kepemimpinan Arab Saudi selalu berjalan lancar.

“Mendiang Raja Abdullah menjadi otak dalam perubahan keseimbangan kekuasaan,” katanya dalam opini pada Al Jazeera. Sejak 1964, pusat kekuasaan berada dalam keluarga kerajaan. Kemudian pada 1975, berubah menjadi sistem dominasi di mana kekuasaan berpusat pada keseimbangan. Adapun saat ini sistem yang baru disebut “piramida kekuasaan”.

Pasukan keamanan baik dalam negeri, pertahanan dan Garda Nasional berada pada jajaran tertinggi. Sementara itu, Dewan Kesetiaan berada di jajaran tengah. Pasukan keamanan memandu dan mengontrol Dewan Kesetiaan dalam melaksanakan proses suksesi. Berdasarkan hukum baru, raja mendatang memiliki kekuatan yang lemah dibandingkan pasukan keamanan, meskipun Dewan Kesetiaan memang fokus pada isu suksesi.

Dewan Kesetiaan juga mendukung keputusan mendiang Raja Abdullah untuk menunjuk seorang wakil putra mahkota (waliyyun liwaliyyil ‘ahdi ). Dia adalah Pangeran Muqrin bin Abdulaziz. Pangeran Muqrin merupakan orang ketiga dalam hierarki kekuasaan setelah Raja Abdullah dan Putra Mahkota Pangeran Salman bin Abdulaziz.

Dengan demikian, Kerajaan Arab Saudi telah menyiapkan raja-raja berikutnya. Salman merupakan putra keenam Abdulaziz yang menjadi raja. Sedikitnya 35 anak Abdulaziz yang masih hidup dan menunggu giliran untuk menjadi raja. Namun, usia mereka sebagian besar telah berusia lanjut.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved