Ajak Warga Perangi Teroris

Sabtu, 17 Januari 2015 - 14:10 WIB
Ajak Warga Perangi Teroris
Ajak Warga Perangi Teroris
A A A
PARIS - Perdana Menteri (PM) Prancis Manuel Valls menyeru warganya untuk terus memerangi terorisme. Namun, Valls meminta warganya agar terus menjunjung nilai-nilai toleransi supaya semangat memerangi terorisme tidak disalahartikan dengan menyerang umat Islam.

Insiden Charlie Hebdo pekan lalu membuat masyarakat Prancis marah dan menuding muslim sebagai biang dari kejadian. Valls pun meminta warganya untuk tak buru-buru menghakimi muslim dan mengajak mereka untuk memerangi terorisnya bukan umat muslimnya. Prancis akan membangun pasukan intelijen yang lebih kuat serta menempatkan lebih banyak petugas kepolisian di sudut-sudut Kota Prancis untuk memperkecil risiko serangan ekstremis.

Valls percaya, keberadaan intelijen rahasia bentukan pemerintah akan mampu menetralisasi serangan ekstremis, tapi ia juga meminta warganya untuk selalu waspada. “Prancis sedang berperang melawan terorisme, melawan jihad dan Islam radikal. Namun, Prancis tidak berperang melawan agama,” jelas Valls dilansir The Irish Times.

Sosok bernama lengkap Manuel Carlos Valls Galfetti adalah PM Prancis yang menjabat sejak 31 Maret 2014. Sejak muda Valls memang sudah tertarik dengan dunia politik terutama saat duduk di bangku kuliah Universitas Paris. Ketika itu dia bergabung dengan serikat mahasiswa progresif yang mendukung gerakan antikolonialis dan anti-imperialis.

Pria yang sudah dua kali menikah ini mulai berkecimpung dalam dunia politik sejak berusia 17 tahun, tepatnya pada 1980 dengan bergabung bersama Partai Sosialis. Ayah empat anak ini pernah menjabat sebagai wali kota Evry untuk masa jabatan 2001-2012 dan pertama kali terpilih menjadi anggota Majelis Nasional Prancis pada tahun 2002.

Valls diangkat sebagai menteri dalam negeri pada 2012 dan pada saat yang sama ditunjuk sebagai direktur komunikasi untuk calon Presiden Francois Hollande selama kampanye pemilihan umum Prancis. Valls disebut-sebut sebagai kunci penting suksesnya Hollande menjadi presiden Prancis pada 2012.

Valls dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan sangat menyukai jika dirinya dibandingbandingkan dengan pemimpin lain. Dalam berpidato, ia kerap menekankan pentingnya politik tanpa hasutan dan menyarankan setiap warga Prancis untuk memilih partai yang sesuai dengan visinya masing-masing. PM berusia 52 tahun ini mengabarkan dirinya sendiri sebagai reformis.

Rini Agustina
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved