Pakistan Kembali Eksekusi Tujuh Militan

Rabu, 14 Januari 2015 - 09:50 WIB
Pakistan Kembali Eksekusi...
Pakistan Kembali Eksekusi Tujuh Militan
A A A
ISLAMABAD - Pakistan mengeksekusi tujuh militan yang memiliki catatan pembunuhan atau rencana penyerangan terhadap pemerintah kemarin. Eksekusi dilakukan di tengah-tengah kedatangan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) John Kerry.

Otoritas Pakistan mengonfirmasi total militan yang dieksekusi mencapai tujuh orang dalam 24 jam terakhir. Seperti terdakwa sebelumnya, tujuh militan itu dihukum mati dengan cara digantung. Eksekusi tujuh militan itu memperpanjang daftar militan yang dihukum mati menjadi 16 orang sejak 16 Desember lalu.

Pakistan sudah lama tidak melegalkan hukuman mati sejak 2008. Komitmen mereka goyang setelah serangan anggota Taliban di sekolah militer Peshawar yang menewaskan 150 orang. Sejak saat itu kecemasan pemerintah dan masyarakat meningkat. Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif akhirnya mengangkat moratorium hukuman mati.

Namun, berbeda dengan sebelumnya, hukuman mati kali ini lebih dikhususkan kepada para pelaku yang berusaha menggulingkan pemerintah. Pemerintah Pakistan biasanya menyebut mereka “militan” atau “teroris”. Pengangkatan moratorium itu juga diputuskan untuk meminimalisasi potensi terorisme di Pakistan. Petugas kepolisian di empat lembaga pemasyarakatan (lapas) Pakistan mengatakan eksekusi dilakukan pada pagi kemarin dengan penjagaan yang sangat ketat.

Empat dari tujuh terdakwa diketahui bernama Behram Khan, Zulfiqar Ali, Nawazish Ali, dan Mushtaq Ahmed. Mereka dieksekusi di lapas Karachi, Rawalpindi, dan Faisalabad. Zulfiqar dilaporkan membunuh dua polisi selama aksi penyerangan terhadap konsulat AS di Karachi pada 2003. Behram disebut membunuh seorang pengacara di sebuah ruang pengadilan.

Sedangkan dua terdakwa lain dihukum mati karena berupaya membunuh Pervez Musharraf, mantan presiden Pakistan. Petugas Lapas Rawalpindi, yang tidak ingin disebutkan namanya, membenarkan proses eksekusi terhadap Zulfiqar.

Senada dengan Rawalpindi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Provinsi Punjab, Shuja Khanzada, juga mengonfirmasi Nawazish dan Mushtaq telah digantung di Faisalabad sesuai keputusan pengadilan. Berdasarkan laporan Thenewstribe, dua terdakwa sempat memohon grasi. Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi hakim pengadilan. Petugas lapas di Provinsi Sindh, Mumtaz Ahmad, mengatakan, tiga militan di tempat lain juga dieksekusi.

“Mereka dihukum mati di Sukkur juga atas dakwaan pembunuhan,” kata Mumtaz. Tiga orang yang dihukum mati tersebut ialah Shahid Hanif, Talha Hussain, dan Khalil Ahmad. Mereka didakwa membunuh petugas senior Kementerian Pertahanan Pakistan Syed Zaffar Ali Shah pada 2003. Saat itu tiga orang tersebut anggota Ahl-e-Sunnat Wal Jamaat (ASWJ) atau Sipah-e- Sahaba yang anti-Syiah.

Sebelumnya sembilan militan juga dihukum mati. Pencabutan moratorium hukuman mati ditanggapi negatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa (UE), Amnesti Internasional, dan Pengawas Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka meminta Pakistan menghapus kembali hukuman mati dan kembali memberlakukan moratorium.

Sejauh ini Kerry belum memberikan komentar mengenai ini. Dia hanya fokus meningkatkan kerja sama dengan Pakistan di bidang keamanan dan intelijen. “Saya tekankan AS berkomitmen untuk memperdalam kerja sama keamanan dengan Pakistan guna menghapus ancaman di wilayah perbatasan dan wilayah lain,” ungkap Kerry.

Pakistan memulai serangan dalam skala besar terhadap markas Taliban dan organisasi militan lain di Waziristan Utara sejak Juni tahun lalu. Operasi serangan itu dilakukan atas desakan AS. Maklum, Washington tertekan setelah Taliban melancarkan serangan dari garis perbatasan terhadap pasukan AS yang ada di Afghanistan.

Muh shamil
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Hadiri Suroboyo 10K,...
Hadiri Suroboyo 10K, Wali Kota Agustina Siap Tampilkan Grand Finale Terbaik The Ultimate 10K Series 2026
Kapolri Respons Usulan...
Kapolri Respons Usulan Pigai soal Sipil Duduki Jabatan Utama Polri: Sudah Ada Ruang Resiprokal
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved