Korsel Tanggapi Keinginan Damai Korut

Sabtu, 03 Januari 2015 - 14:45 WIB
Korsel Tanggapi Keinginan...
Korsel Tanggapi Keinginan Damai Korut
A A A
SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel) Geun-Hye menjawab keinginan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un untuk menyatukan kedua Korea. Hal itu disampaikan Park dalam pertemuan dengan jajaran pemerintahnya dalam pembukaan tahun 2015 kemarin.

Kendati berjanji akan mewujudkan unifikasi (penyatuan) dua Korea, hingga kemarin belum terlihat adanya rencana signifikan dari Korsel. Park belum menanggapi secara resmi pernyataan Korut yang meminta Korsel menghentikan pelatihan militernya bersama Amerika Serikat (AS). Juru bicara Korsel yang menangani masalah unifikasi, Lim Byeong-cheol, menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan pelatihan militer selama dialog dengan Korut belum dilakukan.

“Permintaan Korut untuk menghentikan pelatihan militer Korsel dan AS tidak bisa dilakukan sebelum Korut datang untuk berdialog dan memperbaiki hubungan Utara- Selatan. Korut seharusnya bersedia berdialog tanpa syarat,” ujar Byeong-cheol seperti dilansir Channel News Asia . Kendati enggan menghentikan pelatihan militernya bersama AS, bukan berarti Korsel menolak permintaan damai dari Korut.

Perdana Menteri Korsel Chung Hong-won dalam pidatonya menyampaikan keinginan Korsel untuk mengakhiri ketegangan dengan Korut serta membangun perdamaian abadi di Semenanjung Korea. Kini pemerintah Seoul tengah menanti usulan resmi dari Pyongyang untuk mengadakan pertemuan antarmenteri untuk membahas unifikasi.

“Pemerintah akan melakukan upaya proaktif untuk mengatasi kemungkinan konflik di antara kedua negara dan membuka pintu bagi Korut untuk berdialog demi mewujudkan kemakmuran bersama,” kata Hong-won. Di sisi lain, Korut berusaha mengajak dialog Korsel dan mendesak Korsel serta AS menghentikan pelatihan militer bersama.

Presiden Korut Kim Jongun menyebut pelatihan tersebut sebagai pelatihan perang nuklir. Jong-un berpendapat dialog tidak mungkin tercipta di tengah pelatihan perang yang berpotensi menimbulkan konflik. Jong-un juga meminta Korsel berhenti memfitnah rezim komunis Korut. Sebelumnya, Korseltelahmenawarkan dialog tingkat menteri. Namun rencana tersebut sejauh ini belum mendapat tanggapan resmi dari Korut. Ketegangan di Korea juga belum ada tanda-tanda surut.

Rini agustina
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved