Kondisi Jenazah Masih Baik dan Utuh

Kamis, 01 Januari 2015 - 10:39 WIB
Kondisi Jenazah Masih...
Kondisi Jenazah Masih Baik dan Utuh
A A A
SURABAYA - Sebanyak 15 dokter ahli langsung mengidentifikasi dua jenazah kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Kepolisian Daerah Jawa Timur, sore kemarin.

Dari pemeriksaan awal, dua jenazah itu dalam kondisi utuh dan cukup baik untuk dilakukan identifikasi, meski di beberapa titik tubuhnya sudah mulai ada pembusukan. Ketua Tim Identifikasi Korban, Kombes Pol Budiono, mengatakan bahwa pembusukan ini wajar karena korban cukup lama berada dalam air. Dua jenazah yang diidentifikasi kemarin berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

”Dua jenazah itu kami terima tepat pada pukul 16.00 WIB. Nantinya hasil pemeriksaan akan dibandingkan dengan informasi yang diberikan oleh keluarga ke tim kesehatan,” katanya. Budiono yang menjabat kabid Dokkes Polda Jatim ini menargetkan identifikasi terhadap dua jenazah dapat diselesaikan dalam tiga hari dengan metode sesuai hukum kedokteran internasional.

Sementara itu, 15 dokter ahli yang menangani adalah ahli patologi, ahli sidik jari serta ahli DNA yang berasal dari tim gabungan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Rumah Sakit Bhayangkara, RSUD Dr Soetomo, serta Mabes Polri. Dalam pengidentifikasian korban, DVI Polda Jatim juga sudah memeriksa data-data terkait ante mortem dari keluarga korban.

Saat ini sudah ada 93 keluarga yang diperiksa dan nantinya akan didapatkan DNA dari masing- masing keluarga. Pada proses diidentifikasi untuk korban jiwa yang sudah ditemukan, Polda Jawa Timur juga memindahkan posko crisis center yang semula berada di lokasi Bandara Juanda Surabaya dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Hal ini dilakukan guna untuk mempermudah dalam proses pendataan maupun identifikasi dari korban itu sendiri.

Selain dari Polda Jatim, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah dan Jawa Barat diturunkan untuk membantu proses identifikasi para korban AirAsia QZ 8501. Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Rini Muliawati mengatakan, timnya diberangkatkan untuk bergabung bersama Tim DVI Polda lain maupun dari pusat.

”Ada enam personel. Dua diberangkatkan ke Pangkalan Bun(Kalimantan Tengah) dipimpin Bu Hastry (AKBP Summy Hastry Purwanti), yang 4 diberangkatkan ke Juanda (Surabaya) pagi ini,” ungkapnya. Sementara tim DVI Polda Jabar berangkat sejak Selasa (30/12). Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jabar Kombes Pol dr Pramudjoko SpF mengatakan, pihaknya mengutus Kompol dr Aji SpF untuk membantu proses identifikasi dan bergabung dengan anggota tim DVI lainnya.

”Rencananya kami akan kirim dua dokter forensik, namun dr Ihsan SpF saat ini masih bertugas mengidentifikasi korban kapal Oryong di Korea,” katanya. Tim DVI Indonesia memiliki kualifikasi yang diakui dunia karena berpengalaman dalam beberapa kasus seperti identifikasi korban bom Bali, kecelakaan pesawat Sukhoi, sejumlah kasus kriminal, serta identifikasi korban kasus kebakaran hutan di Australia.

Dalam proses pengidentifikasian, DVI membutuhkan beberapa aspek administrasi yang didapat dari keluarga korban. Ini sangat dibutuhkan guna mempermudah dalam proses pengenalan jenazah kepada keluarga korban. ”Setelah teridentifikasi, tentu nanti secara administrasi diserahkan. Prosedurnya tentu oleh pemerintah dari Basarnas akan diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kapolri Jenderal Sutarman kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Sutarman menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan dua tim DVI yang ditempatkan yakni di Pangkalan Bun dan RS Bhayangkara Polda Jatim. Jenazah yang sudah dievakuasi semua akan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jawa Timur. Jenderal Sutarman juga mengatakan bahwa saat ini tim DVI RS Bhayangkara sudah menyiapkan sampel DNA dari masing-masing keluarga. ”Proses ini nantinya diharapkan bisa langsung diidentifikasi begitu jenazah sampai di Surabaya.”

Lutfi yuhandi/Abdul rouf/Aka setiawan/Alfian faisal/Ant
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved