Situasi Politik Bakal 'Goyang' Jokowi di 2015
Selasa, 30 Desember 2014 - 21:05 WIB
Situasi Politik Bakal 'Goyang' Jokowi di 2015
A
A
A
JAKARTA - Situasi politik diprediksi bisa 'menggoyang' pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pada tahun mendatang. Setidaknya tes awal dimulai pada 100 hari pemerintahannya.
Direktur Poltracking Hanta Yudha mengatakan, ada dua faktor yang mempengaruhi kelancaran pemerintahan Jokowi. Pertama, faktor internal politik.
Menurutnya, pada satu hingga dua tahun mendatang, isu reshuffle dan impeachment akan mengemuka jika program yang dijanjikan tak kunjung dipenuhi Jokowi. Isu tersebut bisa datang dari partai oposisi maupun dari kejenuhan masyarakat.
"Dahulu pernah di zaman SBY (mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) ada cabut mandat. Nanti diprediksi masih terjadi," katanya saat diskusi di Gedung MNC Tower, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Kemudian faktor eksternal politik. Faktor ini diprediksi datang dari isu-isu program Jokowi yang sudah dijanjikan. Program itu sebagian besar digaungkan dalam Nawa Cita pemerintah.
"Tetap tuntutan janji terhadap Nawa Cita yang diminta masyarakat akan menjadi sandera pemerintahan. Solusinya Jokowi bisa membuktikan," ungkapnya.
Di luar itu, kata Hanta, kelemahan komunikasi politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dinilai menjadi kekuatan sendiri bagi Koalisi Merah Putih (KMP).
Menurutnya, koalisi pendukung Prabowo-Hatta akan tetap sebagai kekuatan yang terdepan dalam mengkritisi kebijakan kabinet kerja itu.
"(Situasi) ini yang dimanfaatkan KMP," tandasnya.
Direktur Poltracking Hanta Yudha mengatakan, ada dua faktor yang mempengaruhi kelancaran pemerintahan Jokowi. Pertama, faktor internal politik.
Menurutnya, pada satu hingga dua tahun mendatang, isu reshuffle dan impeachment akan mengemuka jika program yang dijanjikan tak kunjung dipenuhi Jokowi. Isu tersebut bisa datang dari partai oposisi maupun dari kejenuhan masyarakat.
"Dahulu pernah di zaman SBY (mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) ada cabut mandat. Nanti diprediksi masih terjadi," katanya saat diskusi di Gedung MNC Tower, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Kemudian faktor eksternal politik. Faktor ini diprediksi datang dari isu-isu program Jokowi yang sudah dijanjikan. Program itu sebagian besar digaungkan dalam Nawa Cita pemerintah.
"Tetap tuntutan janji terhadap Nawa Cita yang diminta masyarakat akan menjadi sandera pemerintahan. Solusinya Jokowi bisa membuktikan," ungkapnya.
Di luar itu, kata Hanta, kelemahan komunikasi politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dinilai menjadi kekuatan sendiri bagi Koalisi Merah Putih (KMP).
Menurutnya, koalisi pendukung Prabowo-Hatta akan tetap sebagai kekuatan yang terdepan dalam mengkritisi kebijakan kabinet kerja itu.
"(Situasi) ini yang dimanfaatkan KMP," tandasnya.
(mhd)