Membina dan Tingkatkan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 27 Desember 2014 - 15:40 WIB
Membina dan Tingkatkan...
Membina dan Tingkatkan Ekonomi Kreatif
A A A
Program UNESCO tidak berhenti di satu titik. Peran serta UNESCO dalam pembangunan desa wisata ditingkatkan pula lewat pendirian Galeri Komunitas di Karanganyar Bodobudur.

Mengarah ke arah selatan Candi Borobudur terdapat sentra pembuatan selai dari buah lokal serta sentra kerajinan keramik dan gerabah. Ekowisata binaan kerja sama UNESCO ini pula telah berhasil memberikan pengetahuan kepada para perajin gerabah dalam meningkatkan kualitas penjualan gerabah. Diana Setiawati menyebutkan bahwa perajin terbantu dalam mengetahui bagaimana cara meningkatkan kualitas gerabah. Supoyo selaku perajin gerabah mengaku setelah didampingi Unesco.

Dia semakin memahami tentang pemilihan bahan dasar yang baik untuk gerabah seperti apa. “Dulu kami mengambil tanah dari kebun dan sawah sekitar. Namun, rupanya material tersebut tidak bagus untuk dijadikan gerabah karena mudah hancur, kasar, dan tidak bersih,” keluh Supoyo. Langkah UNESCO membangun galeri untuk pameran hasil karya produk lokal terbukti membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama perajin.

Setelah mendapatkan pelatihan, kini Supoyo mengekspor bahan baku berupa tanah dari Bali dan Sukabumi. Tanah eksporan ini kemudian disaring dan dibentuk untuk dijadikan gerabah dengan kualitas tinggi. Supoyo berhasil menjual gerabahnya sampai Sumatra dan untuk penjualan di sekitar Borobudur, sasarannya adalah turis yang mampir ke galeri.

Pendapatnya juga meningkat dari pesanan yang datang dari berbagai event organizer.Misalnya pesanan untuk perangkat teh serta dilakukan promosi ke hotel-hotel yang ada di Yogyakarta. Melihat perkembangan ini, UNESCO mengajak perajin untuk meningkatkan penjualan melalui media online seperti e-commercedan blog. Namun, kendala yang dihadapi justru datang dari sumber daya yang terbatas.

Supoyo mengaku kurang minatnya pemuda lokal untuk menjadi perajin gerabah. “Anak muda sekarang ingin instan saja, ingin cepat membuat gerabah, terus mendapatkan uang. Karena itu, mereka kurang tertarik pada gerabah yang sangat membutuhkan proses,” keluh ketua pengelola gerabah di Galeri Komunitas. Alhasil, Supoyo mewariskan tradisi melalui keluarganya terlebih dahulu. Anak perempuannya diajarkan dan dilatih sehingga kini bisa menyulap gerabah menjadi cenderamata yang lucu, unik, dan menarik.

Hadi setioko
(bbg)
Berita Terkait
Jadi Senjata Pikat Cewek,...
Jadi Senjata Pikat Cewek, Ini Tips Mengasah Selera Humormu
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu...
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu Akan Selalu Kami Kenang
Tiga Jurnalis SINDO...
Tiga Jurnalis SINDO Raih Juara Lomba Tulis dan Foto Telkomsel
Telkom Indonesia dan...
Telkom Indonesia dan SINDO Makassar Perpanjang Kerjasama
HUT ke-16, Ini Link...
HUT ke-16, Ini Link Registrasi Webinar Koran Sindo: Tren Bank Digital dan Geliat UMKM Go International
Indonesiasentris & Pembangunan...
Indonesiasentris & Pembangunan Seluruh Rakyat Indonesia
Berita Terkini
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Roy Suryo Tegaskan Jokowi...
Roy Suryo Tegaskan Jokowi Harus Hadir di Pengadilan: Nggak Boleh Mengakali dengan Zoom
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved