Potensi Ekonomi Capai Rp7,5 M
Senin, 22 Desember 2014 - 11:39 WIB
Potensi Ekonomi Capai Rp7,5 M
A
A
A
Mauludan yang digelar di sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon akan dimasukkan dalam kalender wisata nasional, bahkan internasional. Tahun depan nama gelaran Maulid Nabi Muhammad SAW ini akan diubah menjadi Festival Grebeg Mauludan.
Mauludan hingga kini mengacu pada momen semacam pasar rakyat yang digelar di sekitar Keraton Kasepuhan. Ajang ini dilaksanakan ratarata sebulan sebelum kemudian digelar tradisi Panjang Jimat. Tahun ini upacara Panjang Jimat diagendakan pada 3 Januari 2015.
Sultan Keraton Kasepuhan Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengatakan, setiap tahun Mauludan ramai pengunjung yang tidak terbatas dari wilayah Cirebon saja. Jumlah pedagang dari berbagai daerah pun bertambah setiap tahunnya.
“Mauludan Tahun 2015 terasa istimewa karena puncaknya berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada 3 Januari serta 24 Desember,” kata dia kemarin. Pada Festival Grebeg Mauludan nanti, selain diisi beragam jenis dagangan juga akan digelar ekspo aneka produk dari daerah-daerah di wilayah Cirebon seperti Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, maupun Kuningan.
Untuk ini, Arief akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Arief meyakinkan, ajang Mauludan berpotensi ekonomi besar dengan prediksi perputaran uang mencapai Rp7,5 miliar selama satu bulan pelaksanaan. Asumsi itu diperoleh dari perhitungan omzet rata-rata pedagang yang bisa meraup keuntungan Rp250.000/hari/pedagang.
Jika terdapat 1.000 pedagang, dalam sehari tercapai omzet sekitar Rp250 juta/hari. Nilai itu dikalikan selama 30 hari atau satu bulan penyelenggaraan mauludan diperoleh angka Rp7,5 miliar.
Erika lia
Mauludan hingga kini mengacu pada momen semacam pasar rakyat yang digelar di sekitar Keraton Kasepuhan. Ajang ini dilaksanakan ratarata sebulan sebelum kemudian digelar tradisi Panjang Jimat. Tahun ini upacara Panjang Jimat diagendakan pada 3 Januari 2015.
Sultan Keraton Kasepuhan Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengatakan, setiap tahun Mauludan ramai pengunjung yang tidak terbatas dari wilayah Cirebon saja. Jumlah pedagang dari berbagai daerah pun bertambah setiap tahunnya.
“Mauludan Tahun 2015 terasa istimewa karena puncaknya berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada 3 Januari serta 24 Desember,” kata dia kemarin. Pada Festival Grebeg Mauludan nanti, selain diisi beragam jenis dagangan juga akan digelar ekspo aneka produk dari daerah-daerah di wilayah Cirebon seperti Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, maupun Kuningan.
Untuk ini, Arief akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Arief meyakinkan, ajang Mauludan berpotensi ekonomi besar dengan prediksi perputaran uang mencapai Rp7,5 miliar selama satu bulan pelaksanaan. Asumsi itu diperoleh dari perhitungan omzet rata-rata pedagang yang bisa meraup keuntungan Rp250.000/hari/pedagang.
Jika terdapat 1.000 pedagang, dalam sehari tercapai omzet sekitar Rp250 juta/hari. Nilai itu dikalikan selama 30 hari atau satu bulan penyelenggaraan mauludan diperoleh angka Rp7,5 miliar.
Erika lia
(ftr)