Tuntaskan Konflik Golkar, Ical Pilih Islah atau Pengadilan
Rabu, 17 Desember 2014 - 10:05 WIB
Tuntaskan Konflik Golkar, Ical Pilih Islah atau Pengadilan
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) tak menghendaki adanya musyawarah nasional (munas) gabungan maupun rekonsiliasi untuk mengakhiri konflik di internal mereka.
Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas IX di Bali Tantowi Yahya menyampaikan, ada dua pilihan untuk menyelesaikan persoalan internal di partai berlogo pohon beringin tersebut.
Dirinya menyampaikan, dua rekomendasi ini konstitusional dan sesuai dengan saran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mengembalikan penyelesaian konflik Partai Golkar dituntaskan di internal.
"Jika kita patuh rekomendasi pemerintah kita selesaikan islah dan Mahkamah Partai (atau) melalui pengadilan saya rasa dua cara ini akan kita tempuh," ujar Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Peluang terjadinya islah kata Tantowi, tetap terbuka. Bahkan, sebelum pelaksanaan Munas IX di Bali pada 30 November 2014 mereka juga mengajak kubu Agung Laksono yang selama ini berseberangan untuk kembali bersatu.
"Islah tetap terbuka bahkan beberapa jam sebelum Munas Bali, islah itu tetap terbuka melalui juru runding kami Pak Akbar Tandjung," terangnya.
Dia berharap islah Partai Golkar bisa terjadi sehingga mereka tak harus menyelesaikan sengketa melalui pengadilan.
Pasalnya, mereka memahami bahwa penyelesaian melalui pengadilan lebih memakan waktu dan bisa merugikan Partai Golkar sendiri.
"Kalau pengadilan bisa lebih lama. Apabila kita bersengketa ini maka yang mendapatkan benefit ya pihak lain yang tidak ingin Golkar besar," pungkasnya.
Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas IX di Bali Tantowi Yahya menyampaikan, ada dua pilihan untuk menyelesaikan persoalan internal di partai berlogo pohon beringin tersebut.
Dirinya menyampaikan, dua rekomendasi ini konstitusional dan sesuai dengan saran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mengembalikan penyelesaian konflik Partai Golkar dituntaskan di internal.
"Jika kita patuh rekomendasi pemerintah kita selesaikan islah dan Mahkamah Partai (atau) melalui pengadilan saya rasa dua cara ini akan kita tempuh," ujar Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Peluang terjadinya islah kata Tantowi, tetap terbuka. Bahkan, sebelum pelaksanaan Munas IX di Bali pada 30 November 2014 mereka juga mengajak kubu Agung Laksono yang selama ini berseberangan untuk kembali bersatu.
"Islah tetap terbuka bahkan beberapa jam sebelum Munas Bali, islah itu tetap terbuka melalui juru runding kami Pak Akbar Tandjung," terangnya.
Dia berharap islah Partai Golkar bisa terjadi sehingga mereka tak harus menyelesaikan sengketa melalui pengadilan.
Pasalnya, mereka memahami bahwa penyelesaian melalui pengadilan lebih memakan waktu dan bisa merugikan Partai Golkar sendiri.
"Kalau pengadilan bisa lebih lama. Apabila kita bersengketa ini maka yang mendapatkan benefit ya pihak lain yang tidak ingin Golkar besar," pungkasnya.
(maf)