Ini Alasan Pasek Tantang SBY di Kongres Demokrat
Rabu, 17 Desember 2014 - 09:24 WIB
Ini Alasan Pasek Tantang SBY di Kongres Demokrat
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrat I Gede Pasek Suardika siap maju dalam kongres Partai Demokrat tahun 2015. Ia pun siap menantang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) andai yang bersangkutan kembali maju.
Pria yang akrab disapa Pasek ini memiliki beberapa alasan mengapa menyatakan diri siap bersaing dengan SBY di Kongres Partai Demokrat tahun depan.
Pertama, menanggapi kabar ada upaya tidak demokratis dalam penyelenggaraan kongres Partai Demokrat tersebut.
"Upaya tidak demokratis untuk memaksa DPC dan DPD untuk membuat pernyataan bermaterai dan mendukung secara aklamasi calon tunggal yang akan maju," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (17/12/2014).
Kedua, merespons banyaknya ketua DPC yang di-Plt oleh Partai Demokrat meskipun pemecatan itu tidak ditandatangani oleh Ketua Harian Syarief Hasan dan Sekjen Ibas.
"Padahal mereka (DPC) itu adalah yang memilih SBY pada kongres sebelumnya," terangnya.
Apabila dibiarkan, pria yang dikenal loyalis Anas Urbaningrum ini berkeyakinan roda organisasi tidak berjalan dengan sehat.
"Biarkan kader yang memiliki hak untuk mencalonkan diri maju sebagai calon ketua umum," lanjutnya.
Saat ditanya bahwa SBY memiliki peluang besar untuk kembali terpilih, senator asal Bali ini menjawab, "Ibarat piala dunia, masak tidak ada kompetisi? Masak akan membiarkan Jerman Barat menang? Biarkan lah Indonesia ikut supaya ada kompetisi," pungkasnya.
Pria yang akrab disapa Pasek ini memiliki beberapa alasan mengapa menyatakan diri siap bersaing dengan SBY di Kongres Partai Demokrat tahun depan.
Pertama, menanggapi kabar ada upaya tidak demokratis dalam penyelenggaraan kongres Partai Demokrat tersebut.
"Upaya tidak demokratis untuk memaksa DPC dan DPD untuk membuat pernyataan bermaterai dan mendukung secara aklamasi calon tunggal yang akan maju," ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (17/12/2014).
Kedua, merespons banyaknya ketua DPC yang di-Plt oleh Partai Demokrat meskipun pemecatan itu tidak ditandatangani oleh Ketua Harian Syarief Hasan dan Sekjen Ibas.
"Padahal mereka (DPC) itu adalah yang memilih SBY pada kongres sebelumnya," terangnya.
Apabila dibiarkan, pria yang dikenal loyalis Anas Urbaningrum ini berkeyakinan roda organisasi tidak berjalan dengan sehat.
"Biarkan kader yang memiliki hak untuk mencalonkan diri maju sebagai calon ketua umum," lanjutnya.
Saat ditanya bahwa SBY memiliki peluang besar untuk kembali terpilih, senator asal Bali ini menjawab, "Ibarat piala dunia, masak tidak ada kompetisi? Masak akan membiarkan Jerman Barat menang? Biarkan lah Indonesia ikut supaya ada kompetisi," pungkasnya.
(hyk)