Ical Selalu Tawarkan Islah ke Kelompok Agung Cs
Rabu, 10 Desember 2014 - 13:03 WIB
Ical Selalu Tawarkan Islah ke Kelompok Agung Cs
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar terbelah menjadi dua, ketua umum hasil Musyawarah Nasional Bali Aburizal Bakrie (Ical) mengklaim sudah menawarkan islah dengan kelompok Agung Laksono ketua umum versi Munas Ancol.
"Kepada mereka yang tidak setuju Munas Bali dan membuat kelompok inkonstitusional, saya juga selalu memberikan tawaran damai atau islah," kata Ical melalui akun Twitternya @aburizalbakrie, Rabu (10/12/2014).
Menjelang Munas di Bali, Agung Laksono Cs membentuk presidium penyelamat partai. Ical mengaku sudah menawarkan opsi tapi tak disetujui.
"Syarat islah yang saya ajukan sesuai aturan yang ada, yaitu presidium yang inkonstitusional dibubarkan & Munas Bali yang sesuai aturan jalan terus," kata Ical.
Bahkan kubu Ical melalui politikus senior yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung mencoba melobi supaya pintu islah tetap terjadi.
"Bahkan Pak Akbar juga menemui mereka dan kita berikan lagi solusi, Munas di Bali tetap jalan tapi hanya bahas soal AD/ART, sikap politik dll. Sementara pemilihan ketua umum diundur bulan Oktober 2015, sesuai Munas sebelumnya di Riau," tulis Ical.
Namun tawaran itu kembali ditolak oleh kubu Agung Laksono Cs. Bahkan Ical menuding pihak Agung sampai mengirim massa 19 bus untuk mengganggu Munas di Bali, tapi bisa diantisipasi oleh pihak keamanan.
"Tapi mereka tetap menolak. Tidak mau datang dan buat Munas tandingan. Kita sudah tawarkan damai, tapi mereka menolak. Jadi siapa yang ingin pecah?" tegas Ical.
"Kepada mereka yang tidak setuju Munas Bali dan membuat kelompok inkonstitusional, saya juga selalu memberikan tawaran damai atau islah," kata Ical melalui akun Twitternya @aburizalbakrie, Rabu (10/12/2014).
Menjelang Munas di Bali, Agung Laksono Cs membentuk presidium penyelamat partai. Ical mengaku sudah menawarkan opsi tapi tak disetujui.
"Syarat islah yang saya ajukan sesuai aturan yang ada, yaitu presidium yang inkonstitusional dibubarkan & Munas Bali yang sesuai aturan jalan terus," kata Ical.
Bahkan kubu Ical melalui politikus senior yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tanjung mencoba melobi supaya pintu islah tetap terjadi.
"Bahkan Pak Akbar juga menemui mereka dan kita berikan lagi solusi, Munas di Bali tetap jalan tapi hanya bahas soal AD/ART, sikap politik dll. Sementara pemilihan ketua umum diundur bulan Oktober 2015, sesuai Munas sebelumnya di Riau," tulis Ical.
Namun tawaran itu kembali ditolak oleh kubu Agung Laksono Cs. Bahkan Ical menuding pihak Agung sampai mengirim massa 19 bus untuk mengganggu Munas di Bali, tapi bisa diantisipasi oleh pihak keamanan.
"Tapi mereka tetap menolak. Tidak mau datang dan buat Munas tandingan. Kita sudah tawarkan damai, tapi mereka menolak. Jadi siapa yang ingin pecah?" tegas Ical.
(hyk)