Konflik Partai Golkar Tak Pengaruhi Soliditas KMP

Selasa, 09 Desember 2014 - 11:49 WIB
Konflik Partai Golkar...
Konflik Partai Golkar Tak Pengaruhi Soliditas KMP
A A A
JAKARTA - Koalisi Merah Putih (KMP) menegaskan hanya mengakui hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar yang diselenggarakan di Bali yang memilih Aburizal Bakrie (ARB) sebagai ketua umum DPP Partai Golkar periode 2014-2019.

Untuk itu, soliditas KMP di Parlemen tidak akan terpengaruh dengan masalah internal Golkar tersebut. “Bagi kami (KMP), tentu saja yang sah adalah munas di Bali,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2014). Fadli mengatakan, sebagai kader partai politik (parpol), dia sangat mengetahui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang menjadi acuan dalam berpartai.

Pada AD/ART itu, kata dia, dewan pimpinan daerah (DPD) dan dewan pimpinan cabang (DPC) memiliki hak suara dalam pemilihan pengurus. “Bukan ikut mencampuri, tapi sebagai orang politik yang mengerti, ya yang sah itu jelas kubu Aburizal Bakrie,” ujarnya.

ARB yang terpilih kedua kalinya sebagai ketua umum DPP Partai Golkar juga ketua presidium KMP, sedangkan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham juga koordinator pelaksana KMP. Sekretaris KMP Fahri Hamzah menganggap konflik yang dialami Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan bagian KMP sebagai ujian.

Namun, dia yakin kisruh internal dua parpol tersebut tidak memengaruhi soliditas parpolparpol anggota KMP. “Enggak ada pengaruh dengan KMP. Kami akan tetap solid dan tidak akan ada masalah. Saya yakin akhirnya akan selesai,” kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Fahri mengatakan, sebagai rekan koalisi, pihaknya akan mendorong pemerintah agar tidak ikut campur dalam konflik internal PPP dan Golkar. Menurut dia, apa pun bentuk campur tangan pemerintah merupakan bentuk pelanggaran terhadap undang-undang. “Kita berpegang pada hukum. Jangan sampai nanti karena tidak berpegang pada hukum, rakyat enggak percaya sama pemerintah, kan bahaya,” kata Wakil Sekjen DPP Partai keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sindonews
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved