Ubah Teknis Penanganan

Senin, 08 Desember 2014 - 10:22 WIB
Ubah Teknis Penanganan
Ubah Teknis Penanganan
A A A
DI PERIODE kedua kepemimpinannya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bertekad mengubah Citarum yang kini dipenuhi sedimentasi dan berbagai macam limbah men jadi sungai yang bersih.

Tekad ter sebut sekaligus menjadi tantangan berat bagi Gubernur yang akrab disapa Aher itu. Betapa tidak, sungai ter panjang di Jabar tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, sejak 2007 lalu Citarum pun dijuluki sungai terkotor di dunia. Berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat sekalipun telah berupaya keras menjadikan Citarum bersih melalui berbagai program seperti re boisasi, pengerukan, hingga pengelolaan limbah rumah tangga, peternakan, dan industri.

Namun, langkah mereka kerap kali terhenti di tengah jalan. Citarum pun hingga kini tak kunjung bersih. Kondisi itu tak lantas menyurutkan langkah Aher untuk tetap mewujudkan Citarum bersih. Bahkan, Aher ber ani mematok target Citarum akan kembali bersih pada 2018 mendatang. Meskipun, tak sedikit pula pi hak yang meragukan langkah pe na ngan an Citarum yang diambil politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Aher menyebutkan ada yang salah dalam penanganan Citarum. Hal itulah yang menurutnya menjadi persoalan kunci dalam penanganan Citarum. “Selama ini, masing-masing pihak berdiri sendiri-sendiri. Alhasil, meskipun banyak program yang di - gu lirkan, Citarum tetap tak kunjung bersih,” ungkap Aher.

Aher menjelaskan, Citarum me - miliki berbagai persoalan yang sangat kompleks mulai sedimentasi akibat rusaknya kawasan hulu sungai hingga limbah rumah tangga, peternakan, dan pabrik yang dibuang di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Oleh karena itu, penanganan Citarum harus terintegrasi dan melibatkan banyak pihak. “Di sinilah pentingnya koordinasi dan program yang matang dan terencana,” katanya.

Aher mengambil langkah dengan mengubah teknis penanganan Citarum. Sebelumnya, penanganan Citarum diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan bidangnya masingmasing. “Mereka dibebaskan untuk membuat program penanganan Citarum. Harapannya, seluruh program bisa terintegrasi, tapi ternyata tidak ketemu,” ungkap Aher. Kini, teknis penanganan dibalik.

Aher tak lagi membebaskan OPD untuk menyusun program. Namun, dia mendahulukan penyusunan program oleh sebuah tim yang diisi para ahli dan perwakilan OPD. Setelah program tersusun baik dan matang, kata Aher, barulah program tersebut diserahkan kepada masingmasing OPD untuk dilaksanakan.

“Termasuk dengan anggarannya. Dulu draf anggaran dibuat masingmasing OPD. Sekarang anggaran dikumpulkan terlebih dahulu lalu dibagikan kepada OPD sesuai dengan program yang telah diberikan kepada masing-masing OPD,” tutur jelas Aher. Dengan cara tersebut, Aher berharap penanganan Citarum bisa terintegrasi dan penyelesaian kompleksitas permasalahan Citarum tak lagi perlu waktu lama. Aher menambahkan, program penanganan Citarum kini telah tersusun berikut anggaran yang dibutuhkannya.

“Namun, saya tidak tahu percis soal anggarannya. Yang pasti, penanganan Citarum kini lebih terintegrasi,” ungkapnya. Aher melanjutkan, meskipun dirinya telah mengubah teknis penanganan Citarum, namun dia sadar tanpa bantuan masyarakat, pemangku kepentingan, dan seluruh stakeholder, tekadnya untuk menjadikan Citarum bersih akan sulit terwujud. Pihaknya pun mengharapkan sikap agresif pemerintah pusat dalam penyaluran anggaran bantuan.

“Pemerintah pusat harus lebih agresif. Tapi, jangan seperti dulu. Pemerintah agresif dalam anggaran pengerukan, tapi tidak dalam persoalan lain. Anggaran pengerukan harus sama agresifnya dengan persoalan lain seperti rebosiasi hingga penanganan limbah,” tuturnya. Aher pun mengapresiasi pemerintah pusat yang menargetkan penanganan empat sungai besar di Indonesia, di mana salah satunya adalah Sungai Citarum.

“Alhamdulillah, kini kementerian punya target (penanganan sungai). Ada empat yang disebut, Ciliwung, Citarum, Kapuas, dan satu lagi targetnya, tapi saya lupa. Yang pasti, saya mengapresiasi pemerintah pusat yang juga siap menangani Citarum,” pungkasnya.

Agung bakti sarasa
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Infografis
Putin Perintahkan Ubah...
Putin Perintahkan Ubah Doktrin Nuklir, Ukraina-NATO dalam Bahaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved