Busyro Santai KPK Terkesan Tebang Pilih Kasus
Rabu, 03 Desember 2014 - 17:51 WIB
Busyro Santai KPK Terkesan Tebang Pilih Kasus
A
A
A
JAKARTA - Calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi III DPR.
Pada kesempatan itu, Busyro disinggung mengenai kesan di masyarakat bahwa KPK tebang pilih dalam menangani kasus tindak pidana korupsi.
"Kesan tebang pilih memang sulit dihindari dari publik," ujar Busyro di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Wakil Ketua KPK yang sebentar lagi selesai masa jabatannya ini mengaku tidak mau sibuk dengan kesan tebang pilih tersebut. "Karena itu memakan waktu dan energi, sementara energi kami terbatas," ucapnya.
Dia menjelaskan, dari 439 kasus yang ditangani KPK seluruhnya diterima Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Hal ini membantah adanya kesan tebang pilih dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi.
"Tak satupun ditolak. Itu menggambarkan bahwa, 100 persen. Dengan dua alat bukti memang, proses penyelidikan bisa diukur dari 439 tadi." jelasnya.
Pada kesempatan itu, Busyro disinggung mengenai kesan di masyarakat bahwa KPK tebang pilih dalam menangani kasus tindak pidana korupsi.
"Kesan tebang pilih memang sulit dihindari dari publik," ujar Busyro di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Wakil Ketua KPK yang sebentar lagi selesai masa jabatannya ini mengaku tidak mau sibuk dengan kesan tebang pilih tersebut. "Karena itu memakan waktu dan energi, sementara energi kami terbatas," ucapnya.
Dia menjelaskan, dari 439 kasus yang ditangani KPK seluruhnya diterima Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Hal ini membantah adanya kesan tebang pilih dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi.
"Tak satupun ditolak. Itu menggambarkan bahwa, 100 persen. Dengan dua alat bukti memang, proses penyelidikan bisa diukur dari 439 tadi." jelasnya.
(kur)