Situs Gunung Padang Harus Terus Diteliti

Rabu, 03 Desember 2014 - 10:36 WIB
Situs Gunung Padang...
Situs Gunung Padang Harus Terus Diteliti
A A A
DEPOK - Penelitian terhadap peradaban manusia masa lampau sangat penting. Termasuk peradaban yang ada di situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Hasil penelitian ini dapat mengangkat jati diri bangsa Indonesia. ”Peninggalan megalitikum situs Gunung Padang tetap akan dilanjutkan untuk mengetahui peradaban dan budaya manusia pada masa lampau,” kata Kepala Pusat Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Bagyo Prasetyo selepas seminar arkeologi bertajuk ”Situs Gunung Padang: Metodologi dan Etika Riset serta Keragaman Perspektif” di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Depok kemarin.

Jika dilihat dari bangunan yang ada di situs Gunung Padang, kata dia, bangsa Indonesia pada masa lampau mempunyai budaya yang luhur dan hidup dalam bergotong-royong. ”Kita ini bangsa yang khas dan mempunyai budaya luhur dan bergotong-royong. Ini harusnya menjadi contoh yang baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini,” imbuhnya.

Penelitian situs ini oleh pihaknya sudah dimulai selama 1979-1984 dan dilanjutkan penelitian-penelitian berikutnya. ”Bukan hanya situs Gunung Padang yang terus dilakukan penelitian, tetapi juga yang lain,” katanya. Situs Gunung Padang telah dicatat oleh NJK rom sejak 1914. Penelitian mulai dilakukan oleh berbagai instansi sejak 1979 misalnya oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkeologi Bandung. Pada 1998 pemerintah telah menetapkan situs ini sebagai Benda Cagar Budaya.

Status tersebut menunjukkan bahwa situs ini penting bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan pada umumnya. Pada tahun- tahun berikutnya, beberapa instansi maupun perorangan terus melakukan penelitian di situs ini. ”Masyarakat juga dapat berkunjung ke situs ini sebagai wisatawan,” ucap Arkeolog UniversitasIndonesia( UI) AliAkbar.

Kemudian pada 2011, Tim Katastropik Purba yang diinisiasi Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana melakukan riset kebencanaan di situs ini dan menyatakan terdapat kemungkinan lapisan buatan manusia (manmade ) di bawah permukaan.

R ratna purnama
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved