Jokowi Canangkan Gerakan Revolusi Mental

Selasa, 02 Desember 2014 - 13:17 WIB
Jokowi Canangkan Gerakan...
Jokowi Canangkan Gerakan Revolusi Mental
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya resmi mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental bertepatan dengan pelaksanaan upacara HUT ke-43 Korpri yang digelar di Lapangan Monas kemarin.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, meski pencanangan Gerakan Nasional Revolusi Mental tersebut tidak dilaksanakan secara simbolik, penerapannya sudah dilakukan. “Sudah jelas bahwa sekarang kita menerapkan Gerakan Nasional Revolusi Mental, jadi tidak lagi harus menggunakan hal-hal yang simbolik seperti penekanan tombol sirene, pelepasan balon, atau penyerahan pataka,” tandas Yuddy di Jakarta kemarin.

Menurut dia, hal-hal simbolik tersebut hanya digunakan pada zaman birokrat bermental priyayi. Karena itu, saat ini ketika sudah berada di zaman birokrat yang merakyat, hal demikian sudah tidak diperlukan lagi. “Kalau pencanangan secara otomatis gerakan tersebut sudah bergulir di tengah masyarakat karena programnya pun sudah disiapkan beserta instrumennya,” ujar dia.

Dia menuturkan, instrumen Gerakan Nasional Revolusi Mental tersebut sudah sebagian besar dijalankan aparatur sipil negara sehingga hari ini hanya dipertegas Presiden Jokowi bersamaan dengan momentum HUT Korpri. “Salah satu revolusi mental termasuk dalam pencanangan gerakan nasional yang tidak menggunakan perihal simbolik apa pun,” paparnya.

Dia menambahkan, revolusi mental ini dimulai dengan halhal yang kecil dan sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi peningkatan pelayanan publik. Sementara itu, Jokowi meminta organisasi Korpri sebagai organisasi yang mewadahi pegawai negeri sipil (PNS) dapat menjadi teladan bagi perubahan.

Menurut Jokowi, anggota Korpri harus meninggalkan mental priyayi karena saat ini eranya birokrasi melayani. Korpri juga harus menjadi pemersatu bangsa dengan meninggalkan egosektoral maupun kedaerahan. “Berikan pelayanan yang makin cepat, tepat, murah, dan mudah serta tinggalkan mentalitas priyayi ,” tandasnya.

Menurut dia, Korpri harus memahami tugas dan fungsi dalam melaksanakan penataan birokrasi sehingga menjadi birokrasi yang bersih, kompeten, dan mampu melayani masyarakat lebih cepat lagi.

Ant
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved