Jokowi Harus Ciptakan Kedaulatan Pangan

Jum'at, 28 November 2014 - 09:25 WIB
Jokowi Harus Ciptakan...
Jokowi Harus Ciptakan Kedaulatan Pangan
A A A
JAKARTA - Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan swasembada pangan dinilai tidak akan tercapai bila tidak lebih dahulu menciptakan kedaulatan pangan.

Ketua Presidium Badan Musyawarah (Bamus) Tani, Henry Saragih mengatakan kedaulatan pangan harus berbasis pertanian yang ramah terhadap ekologi yang bersumber dari pupuk dan benih yang dihasilkan sendiri oleh petani.

Dia menjelaskan penyebab swasembada pangan pada era Orde Baru tidak berkelanjutan. Pasalnya swasembada pangan saat itu mengedepankan revolusi hijau. Alhasil sekali produksi, hasilnya melimpah. Setelah itu ekologi pertanian mengalami kerusakan.

"Itu yang harus diperhatikan oleh Menteri Pertanian sebagai pembantu presiden dalam mengambil kebijakan," kata Henry kepada Sindonews, Jumat (28/11/2014).

Menurut Henry, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan uji materi Undang-undang tentang Sistem Budidaya Tanaman yang telah memberikan kebebasan kepada pertanian keluarga skala kecil untuk mencari, mengembangkan dan mengedarkan benih hasil karyanya.

Oleh karena itu, kata dia, tidak tepat jika subsidi benih dan pupuk dalam APBN berupa pembelian pupuk dan benih dari perusahaan. "Justru petani pemulia benih yang seharusnya mendapatkan dukungan dari APBN," kata dia.

Henry mengatakan, pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) harus bisa digunakan untuk memperluas akses petani kepada sumber-sumber agraria dan pangan, bukannya beras untuk rakyat miskin (raskin) atau sekadar bantuan keuangan.

Untuk itu, kata dia, Presiden, Menteri Agraria dan Tata Ruang, dan para kepala daerah segera melaksanakan UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi atas permohonan uji materi undang-undang tersebut.

"Karena kedaulatan pangan jelas membutuhkan redistribusi tanah untuk petani yang diawali dari penetapan kawasan pertanian, melindungi dan menambah luasan kawasan pertanian, serta meredistribusikan tanah negara kepada petani kecil, petani penggarap dan buruh petani tidak dengan dipungut sewa oleh pemerintah," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved