Intervensi Munas Golkar, Menko Polhukam Rusak Wibawa Pemerintah

Rabu, 26 November 2014 - 16:20 WIB
Intervensi Munas Golkar,...
Intervensi Munas Golkar, Menko Polhukam Rusak Wibawa Pemerintah
A A A
JAKARTA - Langkah Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdijatno yang melarang Partai Golkar menggelar Munas ke-IX di Bali pada 30 November 2014 dinilai bentuk intervensi politik yang dilakukan pemerintah.

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago, Menko Polhukam dianggap tak memahami tugas dan wewenangnya sebagai menteri. Dia menyatakan, perintah Tedjo cenderung terlalu melebar ke wilayah politik.

"Justru Menko Polhukam lah yang harusnya mengamankan dan menciptakan suasana tenang untuk terselenggaranya Munas Golkar di Bali, menjamin keamanan dan ketentraman untuk kader Golkar," kata Pangi saat dihubungi Sindonews, Rabu (26/11/2014).

Tidak sebaliknya, akibat dari larangan tersebut, maka berpotensi mengakibatkan rasa panik dan gelisah masyarakat maupun kader atau pengurus Golkar.

Selain itu, dia berpendapat, larangan yang dilakukan Menko Polhukam bisa berakibat buruk terhadap proses dan pembangunan demokrasi di Indonesia. Pasalnya, Menteri Joko Widodo (Jokowi) itu dianggap telah mencampuri urusan rumah tangga internal Partai Golkar.

"Kasus ini sebuah lelucon atau sebuah game theory dalam politik yang tak pantas ditampilkan ke publik oleh Menko Polhukam. Secara tak langsung pelarangan Munas Golkar melalui tangan Menko Polhukam telah berhasil merusak dan menurunkan wibawa pemerintah dan merusak trust building pemerintah," tambahnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdijatno meminta Kapolri Jenderal Sutarman tidak mengeluarkan izin pelaksanaan Munas Partai Golkar di Bali yang akan berlangsung 30 November sampai 3 Desember mendatang.

Tedjo khawatir, kisruh internal yang terjadi di Partai Golkar akan mengganggu keamanan di Bali. Sementara Rapimnas Golkar memutuskan Munas tetap digelar pada 30 November mendatang.
(kri)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved