Perdamaian Thailand Bisa Terwujud dengan Dialog

Sabtu, 22 November 2014 - 13:31 WIB
Perdamaian Thailand...
Perdamaian Thailand Bisa Terwujud dengan Dialog
A A A
JAKARTA - Perundingan merupakan langkah yang harus diambil pemerintah Thailand dan kelompok yang bermasalah di Thailand Selatan. Sebab setiap perundingan akan membuahkan hasil positif meski belum tentu 100%.

Rektor Universitas Fatoni, Thailand, Asisten Profesor Ismaillutfi Japakiya mengatakan, perundingan atau dialog sebaiknya tidak dilakukan hanya sekali, tapi berulangkali agar perdamaian sebenarnya dapat tercapai. “Walau sudah berjaya, Filipina juga belum berhenti melakukan perundingan,” ujar Japakiya kepada KORAN SINDO dalam acara Forum Perdamaian Dunia Ke-5 di Jakarta kemarin.

Pemerintah Thailand pernah berencana kembali menggelar perundingan dan perjanjian perdamaian dengan kelompok bersenjata setelah beberapa kali gagal. Namun, Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha dilaporkan akan menunda proses itu sampai pemerintahan demokratis dibentuk pada 2015.

Japakiya menilai perundingan perlu dilakukan, terlepas cepat atau lambat, agar pemerintah dan kelompok yang bermasalah bisa menyelesaikan perbedaan pendapat. Menurut Japakiya, pemerintah dan masyarakat Thailand perlu bersatu dalam tiga alas yakni alas perdamaian, kejayaan, dan kemajuan negara.

Ketidak sepahaman di berbagai bidang sering menjadi faktor utama dalam memicu konflik di berbagai negara, termasuk Thailand. Situasi semakin sulit dikendalikan karena beberapa pihak enggan menanggalkan ego masing-masing. Menurut Japakiya, proses perdamaian akan tercapai jika semua pihak serius.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Thailand berencana mengirimkan kembali senjata api kepada para penjaga di bagian selatan yang terkadang direbut kelompok separatis. Kebijakan itu membuat Japakiya khawatir. “Saya pikir itu akan menambahkan api lagi dan perlu dihentikan. Apalagi sifat api merusak,” kata Japakiya.

Pembicara lain dalam Forum Perdamaian Dunia Ke-5, Dr Sukree Langputeh, mengatakan, Chan-ocha akan memerhatikan dengan baik situasi di Thailand Selatan. “Saya yakin Chan-ocha juga ingin melihat negaranya damai. Saya yakin semua orang membutuhkan perdamaian,” ungkap Wakil Rektor Universitas Fatoni itu.

Langputeh tidak terkejut jika proses perjanjian perdamaian di Thailand sulit dilakukan. Situasi terkadang selalu berubah pada setiap saat. Namun, dia sangat optimistis Thailand akan berhasil menyelesaikan konflik dengan kelompok bersenjata. “Jika memungkinkan, perjanjian perdamaian mungkin akan dilakukan secepatnya,” katanya.

Muh shamil
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved