Tak Mau Pinjaman Mobil India

Rabu, 19 November 2014 - 13:14 WIB
Tak Mau Pinjaman Mobil...
Tak Mau Pinjaman Mobil India
A A A
KATHMANDU - Harga diri sebagai sebuah bangsa. Itulah mungkin alasan yang melatarbelakangi keputusan Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif menolak pinjaman mobil limosin antipeluru dari negara rival, India.

Cerita tersebut bermula dari persiapan Pakistan menyambut agenda pertemuan negaranegara di wilayah Asia Selatan bertajuk South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC). SAARC yang beranggotakan Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka akan menggelar pertemuan selama dua hari, dimulai 26 November mendatang di Nepal.

Pemerintah Nepal, sebagai tuan rumah, sebenarnya menyediakan kendaraan untuk seluruh pemimpin yang hadir ke pertemuan. Nepal memiliki dua limosin dan telah meminjam enam kendaraan antipeluru dari India untuk pertemuan tersebut.

”Kami menyediakan mobil untuk seluruh pemimpin yang hadir di pertemuan . Jika ada yang berkeinginan membawa sendiri, itu bukan wewenang kami,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal Khaga Nath Adhikari, dikutip Reuters. Dengan demikian, Sharif akan menggunakan mobil dinas negaranya menempuh perjalanan ratusan kilometer ke Ibu Kota Nepal yang terletak kaki pegunungan Himalaya.

Belum ada keterangan resmi terkait alasan dibalik keputusan tersebut. Pejabat Pakistan hanya menyatakan bahwa Sharif memilih menggunakan mobil sendiri daripada memakai pinjaman dari India. Besar kemungkinan sikap saling curiga antara India dan Pakistan soal persenjataan nuklir menjadi dasar penolakan Pakistan.

Mantan Duta Desar Nepal untuk Amerika Serikat (AS) Shankar Sharma mengatakan, keputusan tersebut menunjukkan ketidakpercayaan antara India dan Pakistan. Hal itu dipertegas dengan fakta bahwa kedua negara terlibat tiga kali perang sejak merdeka dari Inggris, dengan dua di antaranya terkait mayoritas muslim di Kashmir.

”Mereka (Pakistan) mungkin memiliki kecurigaan tersendiri dengan menggunakan mobil yang dipinjam dari India,” kata Sharma. Ketidakpercayaan memang membuat hubungan antarnegara kerap terganggu. Dan sikap Sharif menunjukkan sulitnya membina hubungan dengan India.

Sugeng
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved