Ancaman Narkoba Tak Mengenal Profesi

Selasa, 18 November 2014 - 17:55 WIB
Ancaman Narkoba Tak...
Ancaman Narkoba Tak Mengenal Profesi
A A A
JAKARTA - Belum lama ini guru besar salah satu universitas di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tertangkap tangan mengadakan pesta narkoba jenis sabu di sebuah hotel.

Hal tersebut membuktikan bahwa tidak satupun profesi yang terbebas dari ancaman dari narkoba.

Direktur Diseminasi Informasi, Deputi Bidang Pencegahan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Gun Gun Siswadi menerangkan, narkoba kini tidak mengenal jenis kelamin, usia, maupun profesi seseorang.

"Ancaman narkoba ini jauh lebih berbahaya dari pada korupsi dan terorisme. Selain sasaran dari narkoba tersebut tapi juga efeknya yang ditimbulkan yang dahsyat yaitu menghancurkan generasi bangsa," kata Gun Gun saat diskusi dengan relawan PMI se-Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2014).

Dia pun mengingatkan, untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba, karena dapat ketagihan atau kecanduan.

"Jika sudah kecanduan lama-lama dapat terserang penyakit seperti HIV/AIDS dan hepatitis, di mana berakhir pada kematian," tegas Gun Gun.

Oleh karena itu lanjut Gun Gun, hindari segala bentuk penyalahgunaan narkoba jika tidak ingin mati sia-sia.

"Para pecandu narkoba ini tidak bisa sembuh walaupun sudah direhabilitasi, yang ada sewaktu-waktu dapat kambuh kembali," tambahnya.

Hal senada diungkapkan, dr Erizal Kurnia Agung, pengurus PMI Jakarta Pusat Bidang Pelayanan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana. Menurutnya, narkoba memang harus dihindari karena efeknya yang dapat merusak otak.

"Tuhan telah menciptakan tengkorak untuk menghindari kerusakan pada otak akibat benturan, namun justru narkoba yang merusaknya dari dalam tubuh. Jadi hindari narkoba jika ingin otaknya tidak rusak," terang Erizal.

Upaya pencegahan yang dilakukan oleh BNN tidak bisa berhasil tanpa bantuan dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat. Sebab, kunci keberhasilan pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah adanya kerjasama lintas sektoral dan PMI siap membantu BNN melakukan berbagai upaya pencegahan.

"Banyak warga yang menutupi anggota keluarganya yang sudah jelas terindikasi memakai narkoba karena kurangnya informasi yang mereka peroleh. Jadi perlu ditingkatkan sosialisasi ke masyarakat," tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal 2 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved