Sarjana Komunikasi Kurang Mendapat Tempat

Senin, 17 November 2014 - 14:31 WIB
Sarjana Komunikasi Kurang...
Sarjana Komunikasi Kurang Mendapat Tempat
A A A
JAKARTA - Sarjana dan praktisi komunikasi selama ini dinilai kurang mendapatkan tempat baik di lembaga swasta maupun pemerintahan.

Padahal, peran yang diemban sarjana dan praktisi komunikasi sangat penting di masyarakat. Ketua Bidang Media Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Leila Mona Ganiem mengatakan, ISKI sebenarnya bisa menjadi jembatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengomunikasikan berbagai informasi dan kebijakan. Sayangnya, ini terkendala dengan tidak diperhatikannya para sarjana komunikasi.

”ISKI bisa menjadi jembatan komunikasi antarlembaga atau dengan kalangan internasional,” kata Leila di Jakarta kemarin. Atas dasar keprihatinan itulah, ISKI bekerja sama dengan Prodi Ilmu Komunikasi UniversitasMatarammenggelarKonferensi Nasional Komunikasi bertajuk ”Masa Depan Komunikasi, Masa Depan Indonesia,” di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 18 - 20 November 2014.

Dengan seminar ini, ISKI diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan komunikasi di Indonesia. ISKI juga dituntut mampu menjadi penyeimbang di tengah kesimpangsiuran informasi yang beredar di tengah masyarakat. ”ISKI harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat Indonesia dengan perangkat regulasi komunikasi yang tepat,” ungkap Ketua Umum ISKI Yuliandre Darwis.

Konferensi tersebut dihadiri 203 akademisi dan praktisi yang menyampaikan hasil penelitian dan pengalaman mengenai permasalahan komunikasi di Indonesia. Di antaranya menyangkut dinamika media penyiaran, tata kelola komunikasi, jurnalisme profesional dan literasi media, komunikasi dan kesejahteraan sosial, serta sistem komunikasi di Indonesia. Konferensi tersebut merekomendasikan sejumlah hal untuk pemerintah.

Di antaranya pemerintah perlu memastikan berjalannya sistem komunikasi nasional dan internasional yang mampu berperan mengharmonisasikan proses transformasi dan transaksi yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi.

Khoirul muzakki
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
3 Alasan Asnawi Kurang...
3 Alasan Asnawi Kurang Layak Jadi Kapten Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved