Identitas yang Kian Pudar

Minggu, 16 November 2014 - 09:01 WIB
Identitas yang Kian...
Identitas yang Kian Pudar
A A A
Budaya atau kebudayaan tidak melulu harus diidentikkan dengan tarian, lagu-lagu, upacara tradisi, benda-benda bersejarah seperti alat musik, alat dapur, makan, dan sebagainya. Tapi, budaya juga bisa lahir dari sebuah cerita yang begitu mengasyikkan dan menjadi identitas dari daerah itu sendiri.

Adalah Pesut Mahakam yang merupakan nama lokal dari lumba-lumba air tawar di Sungai Mahakam. Sungai Mahakam identik dengan Pesut Mahakam dan begitu juga sebaliknya. Di dunia lumba-lumba ini dikenal dengan nama irrawaddy dolphin dengan nama latin orcaella brevirostris. Artinya, orca kecil dengan moncong pendek.

Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, Pesut Mahakam hidup di sungaisungai daerah tropis. Populasi satwa langka yang dilindungi undang-undang ini hanya terdapat di tiga lokasi di dunia yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irrawaddy di Myanmar. Khusus di Sungai Mahakam, selama survei pada 2010 dan 2012, penyebaran Pesut Mahakam terbatas pada daerah antara Muara Kaman hingga Sibengkang.

Selain itu, pesut juga ditemukan di anak Sungai Kedang Rantau, Kedang Kepala, Belayan, Kedang Pahu, Sungai Pela, dan Danau Semayang-Melintang. Di daerah jeram di Sungai Rattah bahkan ditemukan satu kelompok Pesut Mahakam.

Melalui seminar Selamatkan Pesut Mahakamyang digelar dalam rangkaian Festival Budaya Sei Mahakam hasil kerja sama perusahaan minyak dan gas (migas) Total E&P Indonesie dan Bentara Budaya Jakarta (BBJ) diketahui fakta yang cukup menarik yakni kehadiran pesut ternyata bukan hanya sebagai sebuah hiburan, melainkan memiliki nilai sejarah atau kebiasaan yang sudah dimiliki Sungai Mahakam sejak zaman dahulu.

Pesut menjadi titik sentral yang memiliki nilai khusus di Sungai Mahakam. Ini semacam identitas diri bagi Sungai Mahakam. Menurut Kepala Dinas (Kadin) Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kartanegara Sri Wahyuni, pesut menjadi daya tarik pariwisata yang begitu besar di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Saat ini pesut seperti sebuah legenda dan dongeng karena tidak bisa melihat secara langsung atau begitu sulit,” ujarnya. Karena itu, pihaknya segera melakukan berbagai langkah terkait agar pesut tetap bisa menjadi budaya yang hidup hingga anak cucu ke depan. Sri menjelaskan, saat ini Desa Sangkuliman, yang wilayah perairannya menjadi tempat lewatnya pesut, diputuskan menjadi desa wisata.

Lalu ditetapkan travel pattern wisata pesut di Kota Bangun, Muara Kaman, dan Muara Muntai. “Pesut menjadi destinasi wisata, menjadi ikon wisata. Mudah- mudahan di Kementerian Pariwisata yang baru ada respons bukan hanya pada nilai pariwisatanya, saja tapi pada pemeliharaan atau pelestarian pesut,” paparnya.

Sementara itu, Penasihat Program dan Lobi Internasional Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (Spesies Langka Perairan Indonesia/ RASI) Danielle Kreb mengakui masih sulit membangkitkan kesadaran akan pentingnya memiliki pesut sebagai nilai budaya. Bagi dia, semua ini membutuhkan waktu ke depan. Saat ini yang sudah dimiliki adalah rasa kepedulian terhadap pesut. Itu harus terus-menerus dikembangkan menjadi sebuah kesadaran yang lebih luas.

“Kesadaran akan nilai budaya terhadap pesut masih belum banyak disadari semua orang. Namun, kami terus mengupayakan dan kita semua memiliki tanggung jawab itu,” ungkapnya. Adapun Adriani Sunuddin dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, akar budaya Mahakam yang mengedepankan keselamatan pesut harus diperkuat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuat banyak lomba cerita atau dongeng bagi anak-anak sekolah. Kemudian berbagai komunitas penyelamatan pesut pun harus digerakkan lebih aktif lagi. Sedangkan Kepala Divisi Sustainable Development and Societal Relation (SDS) Total E&P Indonesie Mohammad Berli memastikan pihaknya akan terus melakukan pengembangan proyek kerja yang ramah lingkungan.

Pihaknya berjanji akan terus mengupayakan bagaimana masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaannya bisa ikut berperan menyelamatkan pesut.

Susi susanti
(ars)
Berita Terkait
Perjalanan Budaya Warisan...
Perjalanan Budaya Warisan Budaya Indonesia Foundation
Jaga Kebudayaan Nusantara...
Jaga Kebudayaan Nusantara di Era Modern, WBI Foundation Gelar Acara Jagantara
Melestarikan Budaya...
Melestarikan Budaya Indonesia di Era Modern Lewat Jagantara 2.0
Turut Terjun Lestarikan...
Turut Terjun Lestarikan Budaya, Tenant Fashion di Jagantara Didominasi Brand Anak Muda
Dimulai Hari Ini, Jagantara...
Dimulai Hari Ini, Jagantara Ajak Anak Muda Belajar Lebih dalam Budaya Indonesia
Upaya Melestarikan Pencak...
Upaya Melestarikan Pencak Silat Beksi Melalui Festival Budaya 2022
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved