Siap-siap BBM Segera Naik

Sabtu, 15 November 2014 - 11:49 WIB
Siap-siap BBM Segera...
Siap-siap BBM Segera Naik
A A A
JAKARTA - Masyarakat harus bersiap-siap menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Rencananya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan langsung harga baru BBM pekan depan. Kepastian rencana kenaikan harga BBM tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kemarin.

Menurut dia, kenaikan diumumkan langsung Presiden untuk menghindari suasana semakin tidak kondusif dan kegamangan pemerintah. ”Ya memang (kenaikan harga BBM) perlu kita cepat (umumkan) dan Insya Allah begitu Pak Jokowi tiba itu segera diumumkan,” ujar JK dalam keterangan pers di Istana Wapres Jakarta.

Saat ini Presiden Jokowi masih berada di Brisbane Australia untuk menghadiri pertemuan G-20. Presiden sejak Sabtu (8/11) lalu menghadiri tiga pertemuan konferensi internasional, yaitu KTT APEC di Beijing China, KTT ASEAN di Naypyitaw Myanmar, dan KTT G-20 di Brisbane Australia.

Kunjungan kerja Presiden tersebut rencananya berakhir besok. Menurut Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Presiden akan bertolak dari Brisbane besok sore dan tiba di Jakarta pada tengah malam atau paling lambat Senin dini hari.

Sebelumnya informasi mengenai kenaikan harga BBM akan disampaikan sepulang Jokowi dari lawatan di luar negeri telah disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Namun, hingga kemarin, berapa besaran kenaikan harga BBM, pemerintah belum memastikan. Menurut JK, pemerintah masih menghitung ulang berapa besar kenaikannya. ”Kita harus hitung ulang (berapa kenaikan yang tepat) karena harga minyak dunia saat ini USD80 per barel.”

”Tapi pada saat yang sama rupiah juga melemah, jadi (minyak) yang diimpor itu naik harganya, jadi kita hitung kombinasinya,” papar Wapres. Dalam menaikkan harga BBM, pemerintah menurutnya akan menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menilai, bila harga BBM dinaikkan cukup tinggi di saat harga minyak dunia turun, hal ini tidak baik untuk masyarakat. JK menepis kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako). Menurutnya, harga BBM tersebut naik lebih karena faktor kelangkaan dari sembako tersebut.

Selain itu, salah satu penyebab naiknya harga sembako tersebut adalah melemahnya nilai tukar rupiah. Dengan demikian dirinya menegaskan tidak ada sangkut paut kenaikan harga sembako dengan kenaikan harga BBM. ”Sembako naik itu bisa berbagai alasan, pertama ini musim kering sehingga cabai sayur tak bisa tumbuh,” tandasnya.

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) tidak setuju dengan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak akan menyelesaikan masalah. ”Permasalahan utamanya adalah bagaimana meningkatkan pendapatan negara. Inilah yang semestinya menjadi tantangan pemerintah saat ini,” ujar HT di MNC Tower, Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, subsidi bukanlah sesuatu yang haram bagi sebuah negara. Negara-negara maju pun memberikan subsidi bagi rakyatnya. ”Di setiap bangsa pasti ada masyarakat kurang mampu, di Amerika, Eropa pasti ada. Yang jadi pertanyaan, bagaimana kita bisa melayani masyarakat yang kurang mampu? Tentunya dengan membuat kebijakan ekonomi yang tepat,” jelasnya.

Dia mengatakan, pendapatan negara bisa ditingkatkan dengan memanfaatkan semua sektor seperti maritim. ”Kita harus kerja keras untuk meningkatkan pendapatan Indonesia,” ujar HT. Kemarin, Pemuda Muhammadiyah juga mempersoalkan langkah pemerintah, khususnya JK, yang memilih menaikkan harga BBM sebagai solusi masalah.

”Jusuf Kalla yang memiliki latar belakang ekonomi dipilih rakyat karena dinilai memiliki opsi-opsi selain menaikkan harga. Kalau hanya menaikkan harga, siapa pun bisa,” kata Wakil Sekjen Pemuda Muhammadiyah Virgo Sulianto Gohardi di Jakarta, kemarin.

Virgo mengatakan bila JK mengabaikan opsi-opsi lain dan langsung menyetujui kenaikan harga BBM bersubsidi, akan muncul kesan tidak sensitif terhadap persoalan rakyat yang mayoritas menolak rencana tersebut. Menurut Virgo, rakyat memilih JK pada Pemilu Presiden 2014 karena berharap bila menjadi wakil presiden mendampingi Presiden Jokowi tidak mencabut subsidi BBM.

Sementara itu pengamat ekonomi Universitas Jember Dr Lilis Yuliati, SE, MSi mengatakan kenaikan harga BBM akan menjadi ”bom” laju inflasi secara nasional dan di daerah karena dampaknya akan memengaruhi harga sejumlah komoditas.

”Saat ini harga sejumlah kebutuhan pokok sudah naik, padahal belum ada kepastian kapan kenaikan harga BBM tersebut dilaksanakan. Harga akan naik lagi setelah pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM,” tuturnya.

Dia juga melihat kenaikan harga BBM bakal memengaruhi harga sejumlah komoditas kelompok penyumbang inflasi dan pengaruhnya akan cukup signifikan pada inflasi bulan depan. ”Sehingga pemerintah harus melakukan sejumlah upaya untuk menekan inflasi,” ucap Lilis yang juga Sekretaris Jurusan Ilmu Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Unej.

Ia menjelaskan upaya pengendalian tekanan inflasi dari non-BBM harus dilakukan secara masif di daerah seperti peningkatan produksi, memperlancar distribusi pasokan pangan, dan membangun kerja sama antardaerah dalam penyediaan pangan. ”Masyarakat tentu akan shock dengan naiknya harga premium, tetapi kenaikan harga BBM itu lebih baik dibandingkan dengan terjadinya kelangkaan premium di manamana,” ujarnya.

Hanya Menyiksa Rakyat

Wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon masih bersikukuh menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Sebaliknya dia menunggu pemerintah melakukan pembenahan di sektor energi.

”Saya hanya ingin lihat langkah konkret pemerintah, terutama pembenahan di sektor energi, janji pemberantasan mafia migas, itu yang kita tunggu,” ujar Effendi tadi malam. Dia mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM hanya menyiksa rakyat.

Karena itu, sekali lagi dia berharap pemerintah mencari terobosan seperti membangun kilang, membenahi sektor tata niaganya, membereskan tata ruang impor. Effendi pun berseloroh, seharusnya Susi Pudjiastuti yang layak menjadi Menteri ESDM. ”Menteri Susi saya rasa lebih kompeten untuk benahi migas walau dengan segala kekurangannya. Tapi langkah yang diambilnya konkret,” tandasnya.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya W Yudha meminta pemerintah mengintensifkan sosialisasi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kebijakan menaikkan harga BBM sehingga tidak ada gejolak di lapangan. ”Masifnya penolakan masyarakat tanda terputusnya komunikasi pemerintah dengan rakyat, sosialisasi belum dilakukan secara maksimal,” katanya.

Rarasati syarief/Khoirul muzakki/Mula akmal/Okezone.com/Ant
(bbg)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved