Gunakan Vaksin, Obat dan Darah Pasien yang Berhasil Sembuh

Jum'at, 14 November 2014 - 12:52 WIB
Gunakan Vaksin, Obat...
Gunakan Vaksin, Obat dan Darah Pasien yang Berhasil Sembuh
A A A
JENEWA - Uji coba perawatan tiga pasien ebola akan dimulai Desember mendatang di Guinea dan Liberia oleh Medecins Sans Frontieres (MSF/Doctors Without Borders). Perawatan akan dilakukan menggunakan vaksin serta obat-obatan, ditambah darah pasien ebola yang berhasil sembuh.

Uji coba itu untuk melaksanakan terapi darurat yang dapat digunakan dalam rangka memerangi ebola yang telah menewaskan lebih dari 5.000 orang sejak Desember tahun lalu. “Ini merupakan kerja sama internasional untuk memberikan harapan bagi pasien untuk mendapatkan perawatan nyata melawan penyakit yang telah membunuh antara 50-80% pasien yang terinfeksi,” kata Annick Antierens, koordinator MSF, dikutip AFP, kemarin.

Hasil uji coba perawatan tersebut baru akan terlihat pada Februari tahun mendatang. Hingga saat ini belum ada metode perawatan dan vaksin yang memiliki standar untuk menyembuhkan pasien ebola. Sejauh ini pasien yang berhasil sembuh karena kondisi badan mereka cukup baik dan mereka mengonsumsi parasetamol untuk mengurangi rasa sakit.

Pasien yang terlambat ditangani kemungkinan meninggal dunia. Uji coba MSF itu akan dipimpin beberapa tim berbeda. Tim Universitas Oxford akan merawat satu orang di Liberia; Antwerp Institute of Tropical Medicine (ITM) dari Belanda, Institut Nasional Kesehatan Prancis dan Penelitian Medis (INSERM) akan merawat dua pasien lainnya di Conakry, Guinea.

Khusus pasien yang dirawat di Conakry telah dirawat dengan darah dan plasma yang mengandung antibodi dari darah pasien ebola yang selamat. “Plasma dari orang yang sembuh mengandung antibodi yang dapat melawan patogen. Itu juga dapat digunakan untuk penyaki tinfeksi,” kata pemimpin koordinator Johan van Griensven.

MSF mengungkapkan, uji coba itu didesain untuk meminimalkan efek buruk pasien dan menghargai standar etika internasional. “Uji coba menghasilkan data ilmiah yang akan dipublikasikan,” demikian keterangan MSF, dikutip Reuters. MSF menyarankan produsen obat untuk meningkatkan produksi vaksin ebola.

Itu dilakukan untuk menjamin tidak ada kesenjangan antara berakhirnya uji coba dan produksi massal vaksin jika proyek ilmiah itu berlangsung sukses. “Kita tetap berpikir kalau tidak ada jaminan bahwa terapi ini akan menjadi perawatan yang penuh keajaiban,” kata Antierens.

Ebola ditemukan di Kongo pada 1976 dan menjadi virus paling agresif dalam sejarah kesehatan di dunia. Ebola pertama kali diidentifikasi di Guinea pada Maret lalu. Sejak saat itu, virus tersebut menyebar ke sejumlah negara tetangga, seperti Liberia dan Sierra Leone.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 13.240 orang terkonfirmasi, dicurigai, dan kemungkinan sudah terjangkit virus di negara-negara itu. Dari jumlah tersebut, hampir 5.000 orang tewas. Sejumlah kasus juga telah muncul, meski pada skala yang lebih kecil, seperti di Nigeria, Senegal, Spanyol, Amerika Serikat, dan Mali.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved