M Nasir Akan Hapus Diskriminasi PTN-PTS

Minggu, 09 November 2014 - 12:13 WIB
M Nasir Akan Hapus Diskriminasi...
M Nasir Akan Hapus Diskriminasi PTN-PTS
A A A
SEMARANG - Selain mewacanakan perubahan nama kementerian, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) M Nasir akan menghapus diskriminasi pelayanan antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).

Nasir menyatakan, pelayanan di PTN dan PTS tidak bisa diskriminatif untuk kepentingan dan kemajuan bangsa. ”Jadi baik negeri maupun swasta akan mendapatkan pelayanan yang sama,” ujar Nasir di hadapan para anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) di Universitas Semarang (USM), Jawa Tengah, kemarin. Nasir mengaku sudah punya program sebagai langkah awal untuk menghilangkan diskriminasi pelayanan terhadap PTS.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) yang selama ini menjadi wadah yang mengurusi PTS akan diganti dan dilebur dalam satu lembaga bernama Lembaga Layanan Perguruan Tinggi (LLPT). ”Lembaga ini nanti tidak hanya melayani swasta (PTS) saja, tetapi juga yang negeri (PTN). Sifatnya nanti akan berkoordinasi dengan pusat. Ini dimaksudkan agar semuanya mendapatkan pelayanan yang sama,” ungkap mantan rektor terpilih Undip ini.

Terobosan lain yang disiapkan Nasir adalah perubahan nama Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi danRistek. Selanjutnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) akan berubah menjadi Dirjen Pembelajaran. ”Ini merupakan reorganisasi di Kementerian Riset, Teknologi danPendidikanTinggi,” katanya.

Ketua Aptisi Wilayah VI Jateng Brodjo Sudjono mengakui hingga kini banyak PTS yang mengalami kesulitan mengembangkan diri. Untuk itu, kementerian baru ini dapat membantu keberadaan PTS di berbagai wilayah. ”Kami harap akan ada perlakuan (pelayanan) adil pada seluruh PTS tanpa diskriminasi atau dikotomi dengan PTN. Kami semua (PTS) adalah relawan di pendidikan tinggi dan turut mencerdaskan bangsa,” ucapnya.

Dia menambahkan, kesulitan- kesulitan yang dihadapi PTS antara lain persoalan akreditasi, pembukaan program studi baru, dan setumpuk masalah lain. ”Kami berharap kami bisa diperjuangkan karena PTS juga ikut memperjuangkan pendidikan bangsa,” ujarnya.

Susilo himawan
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Dugaan Korupsi Batu...
Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah 8 Lokasi Termasuk Rumah Pejabat Negara
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Polisi Temukan Uang...
Polisi Temukan Uang Fantastis Dolar AS dan Singapura dalam Brankas Saat Geledah Kafe di Cipete
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Anggota TNI, Ada Apa?
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved