Puskesmas Pastikan Berjenis Kelamin Laki-Laki

Rabu, 05 November 2014 - 18:43 WIB
Puskesmas Pastikan Berjenis...
Puskesmas Pastikan Berjenis Kelamin Laki-Laki
A A A
GARUT - Balita 19 bulan asal Kampung Lembak Sari RT 07 RW 12, Desa Sirnajaya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang sebelumnya memiliki kelamin ganda akhirnya dinyatakan sebagai laki-laki.

Bayi yang tinggal bersama orang tuanya, Tarsian, 35, dan Leni, 29, di rumah bilik panggung sederhana ini bernama Azzahra Nurul Aeni. Petugas Puskesmas Gadog Kecamatan Pasirwangi Yudi Permana mengatakan, kepastian mengenai kelamin Azzahra didasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadapnya. Menurutnya, Azzahra memang sempat menjalani beberapa kali pemeriksaan sejak masih berusia di bawah 10 bulan. “Meski saat itu sudah berkalikali diperiksa, kepastian kelamin Azzahra belum bisa ditentukan karena usianya masih di bawah satu tahun.

Karena sudah lebih dari satu tahun, hormonnya dapat terlihat jelas dan dinyatakan lebih ke arah kelamin lakilaki,” kata Yudi kemarin. Menurut Yudi, pemeriksaan lanjutan terhadap Azzahra mesti dilakukan kembali mengingat penentuan jenis kelamin satu hal yang sangat penting karena menyangkut masa depan seseorang. “Kami dari puskesmas dan aparat pemerintahan dari tingkat RT, RW, hingga kecamatan akan membantu segala proses yang diperlukan.

Misalnya membantu proses Jamkesmas karena memang Azzahra berasal dari kalangan ekonomi kecil,” ungkapnya. Seperti balita lain pada umumnya, Azzahra tumbuh sehat di lingkungan keluarganya. Sewaktu dilahirkan, dia berkelamin perempuan dengan kondisi kesehatan normal dan berat badan 3 kg. Beberapa waktu lalu ayah Azzahra, Tarsian, mengaku tidak menyangka anaknya memiliki kelamin ganda. Buruh cangkul ini baru mengetahui ada kelainan pada kelamin Azzahra setelah anaknya berusia tiga bulan lebih.

“Saat berusia tiga bulan itu, saya kaget ketika istri mengatakan ada kelainan di kelamin anak kami. Ada semacam benjolan tumbuh di atas alat kelamin wanitanya. Bentuknya seperti alat kelamin anak laki-laki,” ungkapnya. Tarsian awalnya tidak berani memeriksakan keanehan kelamin putrinya tersebut. Apalagi dia tidak memiliki cukup uang. “Penghasilan saya sebagai buruh cangkul dalam sehari hanya Rp20.000. Saya khawatir uangnyatidakcukupkalaudibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Fani ferdiansyah
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Minta Beras ke Kades,...
Minta Beras ke Kades, Warga Miskin di Bengkulu Dipolisikan
Sultan Mahmud Badaruddin...
Sultan Mahmud Badaruddin II, Harimau Palembang yang Menolak Tunduk hingga Diasingkan
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Metode Ilmuwan untuk...
Metode Ilmuwan untuk Pastikan Keberadaan Harimau Jawa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved