BPJS Diandalkan Tekan Angka Kematian Ibu

Senin, 03 November 2014 - 16:02 WIB
BPJS Diandalkan Tekan...
BPJS Diandalkan Tekan Angka Kematian Ibu
A A A
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeleok akan meningkatkan peran BPJS Kesehatan untuk menekan angka kematian ibu (AKI).

Program ini menjadi program kerja pertamanya seusai dilantik Presiden. Menkes Nila F Moeloek mengatakan, mengutip data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, AKI saat melahirkan mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan data SDKI 2007 yang AKI melahirkannya sebanyak 228 per 100.000 kelahiran hidup.

”Ini tantangan yang harus kita hadapi bagaimana menurunkan AKI melahirkan kita yang tinggi itu hingga mencapai 70 per 100.0000 kelahiran hidup. Karena untuk mencapai target MDGs, besaran AKI-nya harus di bawah 100 per 100.000 kelahiran hidup,” katanya di Jakarta kemarin. Nila menjelaskan, pihaknya diuntungkan dengan keberadaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan yang memberi jaminan kesehatan kepada orang-orang miskin.

Program tersebut sangat baik untuk pemerataan akses bagi masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkeadilan. Program JKN ini sudah tepat untuk jaminan kesehatan seluruh penduduk Indonesia, hanya perlu dilakukan sedikit perbaikansana-sini. Programnya sudah sangat bagus dan dia yakin BPJS ini akan membantu langkah dalam menekan AKI.

Ketua Umum Dharma Wanita Pusat itu mengakui, menurunkan AKI memang bukan pekerjaan ringan, karena itu dia membutuhkan dukungan bersama agar capaian target MDGs 2015 bisa tercapai. Menurut dia, persoalan lain tidak kalah penting untuk pencapaian MDGs kesehatan karena menyangkut berbagai komponen. Selain kematian ibu melahirkan, juga ada masalah angka kematian bayi, lingkungan, sanitasi, pengadaan air bersih hingga persoalan jamban.

”Kita masih pada garis merah dalam pencapaian MDGs kesehatan,” ucapnya. Sementara Menteri Koordinasi Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan, pemerintah akan menyebar KIS dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) mulai November. Kedua kartu itu diberikanagarmasyarakat Indonesia meningkat kualitasnya.

Menurut Puan, masyarakat akan lebih potensial jika mempunyai tubuh sehat dan otak terlatih. Putri Megawati Soekarnoputri itu menjelaskan, KIS dan KIP merupakan program prioritas di Kementerian Pengembangan Manusia dan Kebudayaan. Namun agar bekerja maksimal, KIS perlu diintegrasikan dengan BPJS Kesehatan.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved