Tak Penuhi Janji Kampanye, Rakyat Siap Jegal Jokowi
Senin, 13 Oktober 2014 - 14:05 WIB
Tak Penuhi Janji Kampanye, Rakyat Siap Jegal Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Rakyat siap menjegal presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) jika dirinya tidak memenuhi janji-janjinya kepada rakyat selama kampanye kemarin.
Karena, dalam negara demokrasi rakyat yang memegang kedaulatan negara. Sehingga presiden memiliki tanggung jawab penuh kepada rakyatnya.
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti dalam diskusi yang bertajuk “Politik Bohong dan Jegal-Jegalan: Mampukah Jokowi Bertahan?” di Menteng Huis, Jakarta, kemarin.
“Kita akan sama-sama dengan Hashim (Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra) kalau janji-janji Jokowi tidak direalisasikan,” kata Ray Rangkuti.
Ray memaparkan, sewaktu kampanye dirinya mencatat setidaknya ada 10 janji Jokowi. Seperti menuntaskan kasus HAM 98, kasus lumpur Lapindo, kasus dana talangan Bank Century, kasus mafia pajak, kasus mafia migas dan eksploitasi alam, menambah utang negara, dan tetap membuat kebijakan politik impor tak imbang.
“Jadi, kita akan bersama menjegal Jokowi kalau kasus-kasus ini tidak dituntaskan Jokowi,” tegasnya.
Ray menjelaskan, untuk mengawasi kinerja pemerintahan Jokowi-JK kelak, maka keberadaan Koalisi Merah Putih (KMP) diperlukan sebagai oposisi atau penyeimbang pemerintahan.
Tapi, dia mengingatkan agar KMP tidak bekerja karena semangat balas dendam kepada Jokowi-JK.
“Tapi lebih memfungsikan sebagaimana sila ke empat Pancasila yakni, hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” ungkapnya.
Karena, dalam negara demokrasi rakyat yang memegang kedaulatan negara. Sehingga presiden memiliki tanggung jawab penuh kepada rakyatnya.
Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti dalam diskusi yang bertajuk “Politik Bohong dan Jegal-Jegalan: Mampukah Jokowi Bertahan?” di Menteng Huis, Jakarta, kemarin.
“Kita akan sama-sama dengan Hashim (Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra) kalau janji-janji Jokowi tidak direalisasikan,” kata Ray Rangkuti.
Ray memaparkan, sewaktu kampanye dirinya mencatat setidaknya ada 10 janji Jokowi. Seperti menuntaskan kasus HAM 98, kasus lumpur Lapindo, kasus dana talangan Bank Century, kasus mafia pajak, kasus mafia migas dan eksploitasi alam, menambah utang negara, dan tetap membuat kebijakan politik impor tak imbang.
“Jadi, kita akan bersama menjegal Jokowi kalau kasus-kasus ini tidak dituntaskan Jokowi,” tegasnya.
Ray menjelaskan, untuk mengawasi kinerja pemerintahan Jokowi-JK kelak, maka keberadaan Koalisi Merah Putih (KMP) diperlukan sebagai oposisi atau penyeimbang pemerintahan.
Tapi, dia mengingatkan agar KMP tidak bekerja karena semangat balas dendam kepada Jokowi-JK.
“Tapi lebih memfungsikan sebagaimana sila ke empat Pancasila yakni, hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,” ungkapnya.
(maf)