KMP-KIH Saling Tuding Picu Dolar Naik
Sabtu, 11 Oktober 2014 - 18:25 WIB
KMP-KIH Saling Tuding Picu Dolar Naik
A
A
A
JAKARTA - Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) saling tuding sebagai penyebab naiknya dolar terhadap rupiah. Nilai rupiah melemah terhadap dolar mulai awal pekan lalu.
Melemahnya dolar ke kisaran Rp12.000 per dolar diklaim akibat gonjang-ganjing politik dalam negeri selama sepekan ini.
KMP menolak dituduh sebagai penyebab kenaikan dolar karena melawan koalisi pendukung Jokowi-JK di parlemen.
"Dolar naik karena disebabkan KIH sendiri, saat kalah mereka gaduh, padahal seharusnya kalah terhormat saja," tukas Wasekjen PAN Yandri Susanto dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya FM bertema "Bukan Parlemen Biasa" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2014).
Pernyataan tersebut disampaikan Yandri menjawab tudingan Ketua DPP Partai Hanura Erik Satrya Wardana yang menyebut KMP memainkan dendam dan syahwat kekuasaan di parlemen.
Menurut Erik, KMP hanya membalas dendam saat Prabowo-Hatta kalah di pemilu presiden (pilpres). Untuk itu UU MD3 didesain untuk memuluskan kemenangan KMP di parlemen.
"KMP memainkan syahwat kekuasaan, bayangkan tatib saat pemilihan MPR mau diubah padahal sudah disepakati," ujar Erik.
Melemahnya dolar ke kisaran Rp12.000 per dolar diklaim akibat gonjang-ganjing politik dalam negeri selama sepekan ini.
KMP menolak dituduh sebagai penyebab kenaikan dolar karena melawan koalisi pendukung Jokowi-JK di parlemen.
"Dolar naik karena disebabkan KIH sendiri, saat kalah mereka gaduh, padahal seharusnya kalah terhormat saja," tukas Wasekjen PAN Yandri Susanto dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya FM bertema "Bukan Parlemen Biasa" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2014).
Pernyataan tersebut disampaikan Yandri menjawab tudingan Ketua DPP Partai Hanura Erik Satrya Wardana yang menyebut KMP memainkan dendam dan syahwat kekuasaan di parlemen.
Menurut Erik, KMP hanya membalas dendam saat Prabowo-Hatta kalah di pemilu presiden (pilpres). Untuk itu UU MD3 didesain untuk memuluskan kemenangan KMP di parlemen.
"KMP memainkan syahwat kekuasaan, bayangkan tatib saat pemilihan MPR mau diubah padahal sudah disepakati," ujar Erik.
(hyk)