Gerindra Tak Sesali Kepergian Ahok
Kamis, 11 September 2014 - 17:02 WIB
Gerindra Tak Sesali Kepergian Ahok
A
A
A
JAKARTA - Partai Gerindra tak menyesali keluarnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pasalnya, tak tergantung pada satu kader unggulan saja.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo yakin partainya akan tetap menghasilkan kader-kader hebat yang mampu berprestasi, meski Ahok telah hengkang.
"Kami percaya pada filosofi dasar Gerindra yang ditanamkan Prabowo. Yakni, tak akan bergantung pada satu kader dan yakin meski satu pergi akan ada dua yang muncul untuk mengganti," kata Edhy melalui pers rilis yang diterima Sindonews, Kamis (11/9/2014).
Meski diakuinya, Ahok adalah sosok yang cukup populer dan punya semangat tinggi untuk bekerja. Namun, keputusan untuk mundur dari Gerindra tak akan dihalangi dan tak akan merugikan partai.
"Waktu dia masuk juga kami tidak memaksa," kata Edhy.
Edhy memastikan Gerindra memiliki banyak kader-kader berkualitas dan pekerja keras seperti Ahok. Ia menyebutkan nama seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
"Jadi tidak usah khawatir, Gerindra punya banyak kader baik dan pekerja keras yang nantinya kita akan usulkan untuk menjadi kepala daerah yang benar-benar mengurusi dan memperjuangkan nasib rakyat di daerah," ungkapnya.
Seperti diketahui, mundurnya Ahok dari Partai Gerindra terjadi setelah ia menyatakan tak setuju terhadap usulan dalam revisi RUU Pemilukada bahwa kepala daerah dipilih oleh DPRD.
Partai berlambang kepala garuda itu beserta partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih menyetujui bahwa pelaksanaan pemilukada dikembalikan ke DPRD. Revisi RUU Pemilukada rencananya disahkan pada 25 September mendatang.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo yakin partainya akan tetap menghasilkan kader-kader hebat yang mampu berprestasi, meski Ahok telah hengkang.
"Kami percaya pada filosofi dasar Gerindra yang ditanamkan Prabowo. Yakni, tak akan bergantung pada satu kader dan yakin meski satu pergi akan ada dua yang muncul untuk mengganti," kata Edhy melalui pers rilis yang diterima Sindonews, Kamis (11/9/2014).
Meski diakuinya, Ahok adalah sosok yang cukup populer dan punya semangat tinggi untuk bekerja. Namun, keputusan untuk mundur dari Gerindra tak akan dihalangi dan tak akan merugikan partai.
"Waktu dia masuk juga kami tidak memaksa," kata Edhy.
Edhy memastikan Gerindra memiliki banyak kader-kader berkualitas dan pekerja keras seperti Ahok. Ia menyebutkan nama seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
"Jadi tidak usah khawatir, Gerindra punya banyak kader baik dan pekerja keras yang nantinya kita akan usulkan untuk menjadi kepala daerah yang benar-benar mengurusi dan memperjuangkan nasib rakyat di daerah," ungkapnya.
Seperti diketahui, mundurnya Ahok dari Partai Gerindra terjadi setelah ia menyatakan tak setuju terhadap usulan dalam revisi RUU Pemilukada bahwa kepala daerah dipilih oleh DPRD.
Partai berlambang kepala garuda itu beserta partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih menyetujui bahwa pelaksanaan pemilukada dikembalikan ke DPRD. Revisi RUU Pemilukada rencananya disahkan pada 25 September mendatang.
(kri)