Mundur, Ahok Ngaku Sudah Bertemu Hashim
Kamis, 11 September 2014 - 14:47 WIB
Mundur, Ahok Ngaku Sudah Bertemu Hashim
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah bertemu dengan Hashim Djojohadikusumo. Adik Prabowo ini bisa memahami keputusannya keluar dari Gerindra.
Namun, kata Ahok, pengunduran dirinya harus sedikit tertunda. Alasannya, DPP Gerindra harus lebih dahulu melakukan diskusi membahas pengunduran dirinya.
"Jadi harusnya rapat di DPP dulu baru mundur. Tapi saya mengatakan okelah kalau saya salah. Mohon maaf. Tapi menurut saya, diskusi juga enggak ada guna. Karena prinsipnya sudah jauh sekali," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).
Ahok menjelaskan, Koalisi Merah Putih (KMP) seakan menyetujui terjadi pembagian secara proporsional dengan cara menguasai kepala daerah.
"Saya juga akan menolak menjadi Gubernur hasil pemilihan DPRD. Karena saya akan jadi budak DPRD. Saya maunya jadi budak rakyat. Masalahnya mereka menafsirkan tentang kita ini keterwakilan, sila keempat Pancasila."
"Kalau Anda mengatakan seperti itu, saya juga akan mengatakan berarti pemilu presiden juga tidak boleh langsung. Lalu semua parpol yang dukung pemilihan yang langsung, harusnya minta kader partainya yang sudah jadi kepala daerah mengundurkan dong. Baru konsisten," tegasnya.
Namun, kata Ahok, pengunduran dirinya harus sedikit tertunda. Alasannya, DPP Gerindra harus lebih dahulu melakukan diskusi membahas pengunduran dirinya.
"Jadi harusnya rapat di DPP dulu baru mundur. Tapi saya mengatakan okelah kalau saya salah. Mohon maaf. Tapi menurut saya, diskusi juga enggak ada guna. Karena prinsipnya sudah jauh sekali," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).
Ahok menjelaskan, Koalisi Merah Putih (KMP) seakan menyetujui terjadi pembagian secara proporsional dengan cara menguasai kepala daerah.
"Saya juga akan menolak menjadi Gubernur hasil pemilihan DPRD. Karena saya akan jadi budak DPRD. Saya maunya jadi budak rakyat. Masalahnya mereka menafsirkan tentang kita ini keterwakilan, sila keempat Pancasila."
"Kalau Anda mengatakan seperti itu, saya juga akan mengatakan berarti pemilu presiden juga tidak boleh langsung. Lalu semua parpol yang dukung pemilihan yang langsung, harusnya minta kader partainya yang sudah jadi kepala daerah mengundurkan dong. Baru konsisten," tegasnya.
(kri)