Pansus Pilpres Dinilai Langkah Politik Maju

Jum'at, 29 Agustus 2014 - 16:27 WIB
Pansus Pilpres Dinilai...
Pansus Pilpres Dinilai Langkah Politik Maju
A A A
JAKARTA - Rencana Panitia Khusus (Pansus) Pemilu Presiden (Pilpres) yang digalang anggota DPR dinilai langkah politik yang maju.

Kuasa Hukum Prabowo-Hatta, Didi Supriyanto mengatakan, pansus bertujuan untuk menilai kembali apakah dalam pelaksanaan pemilu tersebut benar-benar memenuhi unsur keadilan. Katanya, Pansus Pilpres tak memiliki motif untuk mengganggu pemerintahan terpilih.

"Jadi kalau kita ingin melihat pemerintahan ke depan, kita tidak ingin mendapatkan catatan-catatan saat melakukan prosesnya," ujar Didi saat diskusi bertajuk 'Pansus Pilpres di Balik Kabinet Jokowi-JK' di Media Center Bawaslu, Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Menurut Didi, Pansus Pilpres juga bagian dari proses politik anggota dewan untuk menyandingkan putusan Mahkamah Kontitusi (MK). Ia menilai, temuan Pansus bisa dijadikan pembelajaran untuk pemilu selanjutnya.

Didi menambahkan, meski putusan MK bersifat final dan mengikat, tetapi putusan tersebut masih bisa salah. Dia mencontohkan, masalah DPKTb kurang dicermati hakim konstitusi ketika mengambil memutuskan.

"Jadi kita harus kembali lagi bertanya, apakah memang kita cukup puas dengan putusan MK? Kalau MK sebenarnya putusannya sudah bagus, tapi masalah DPKTb ini kalau mau diteliti bermasalah. Inilah tugasnya Pansus," tukasnya.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved