Argumentasi Kubu Jokowi Soal Kursi Pansus
Kamis, 28 Agustus 2014 - 23:36 WIB
Argumentasi Kubu Jokowi Soal Kursi Pansus
A
A
A
JAKARTA - Kubu Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) gagal meraih kursi pimpinan dalam Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib DPR.
Pansus yang nantinya akan membahas tentang mekanisme kursi pimpinan DPR itu dikuasai oleh partai politik anggota Koalisi Merah Putih.
Mengomentari hal itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDIP) TB Hasanuddin mengatakan, Pansus Tata Tertib (Tatib) DPR merupakan kelanjutan terbentuknya UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) yang baru.
"Di mana Koalisi Merah Putih memang sudah mempersiapkan diri sejak awal tentang RUU MD3 yang dilanjutkan dengan Tatib," kata TB Hasanudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2014).
Dia mengakui fraksi dari Koalisi Merah Putih menolak dirinya menduduki kursi pimpinan Pansus Tatib DPR.
"Kalau divoting pun tidak memungkinkan. Sehingga di kursi pimpinan Pansus Tatib ada Demokrat, Golkar, PAN dan PKS," tegasnya.
Saat disinggung apakah langkah mereka untuk mendapatkan kursi pimpinan DPR terjegal?
Wakil Ketua Komisi I ini menjawab, "Kita lihat saja dulu nanti, apakah koalisi itu masih utuh atau tidak."
Pansus yang nantinya akan membahas tentang mekanisme kursi pimpinan DPR itu dikuasai oleh partai politik anggota Koalisi Merah Putih.
Mengomentari hal itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDIP) TB Hasanuddin mengatakan, Pansus Tata Tertib (Tatib) DPR merupakan kelanjutan terbentuknya UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) yang baru.
"Di mana Koalisi Merah Putih memang sudah mempersiapkan diri sejak awal tentang RUU MD3 yang dilanjutkan dengan Tatib," kata TB Hasanudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2014).
Dia mengakui fraksi dari Koalisi Merah Putih menolak dirinya menduduki kursi pimpinan Pansus Tatib DPR.
"Kalau divoting pun tidak memungkinkan. Sehingga di kursi pimpinan Pansus Tatib ada Demokrat, Golkar, PAN dan PKS," tegasnya.
Saat disinggung apakah langkah mereka untuk mendapatkan kursi pimpinan DPR terjegal?
Wakil Ketua Komisi I ini menjawab, "Kita lihat saja dulu nanti, apakah koalisi itu masih utuh atau tidak."
(dam)