Media Diminta Tak Terlalu Heboh Pertemuan SBY-Jokowi
Kamis, 28 Agustus 2014 - 05:19 WIB
Media Diminta Tak Terlalu Heboh Pertemuan SBY-Jokowi
A
A
A
BALI - Media diminta tidak terlalu berlebihan dalam memberitakan pertemuan antara Presiden SBY dengan Jokowi.
Staf Khusus Presiden bidang Politik Daniel Sparingga mengatakan, Pertemuan SBY dengan Jokowi di Bali ini hanyalah pertemuan ringan.
Dia merasa kaget melihat respons yang luar biasa dari media, dalam melihat pertemuan SBY Jokowi di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu 27 Agustus 2014 malam.
"Sebenarnya, ini pertemuan sangat ringan saja, " ujar Daniel di Bali.
Bahkan, dia menyebut, pertemuan SBY dan presiden terpilih Jokowi, masih sangat awal. Tidak ada pembahasan yang mendalam dari pertemuan tersebut.
Jadi menurutnya, pertemuan saat ini terlalu dini, untuk sebuah pengambilan kesimpulan. Kata dia kalaupun pertemuan d Bali ini, dianggap penting karena memang melibatkan dua pimpinan negara.
"Saya takutnya malah seperti drama turki, panggungnya terlalu ramai dibesarkan media," tukas doktor dari Universitas Airlangga itu.
Karenanya, dia meminta media untuk tidak terlalu membesar-besarkan pertemuan saat ini, karena sebenarnya, masih sangat awal apalagi, untuk sebuah sikap atau kesimpulan.
Staf Khusus Presiden bidang Politik Daniel Sparingga mengatakan, Pertemuan SBY dengan Jokowi di Bali ini hanyalah pertemuan ringan.
Dia merasa kaget melihat respons yang luar biasa dari media, dalam melihat pertemuan SBY Jokowi di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu 27 Agustus 2014 malam.
"Sebenarnya, ini pertemuan sangat ringan saja, " ujar Daniel di Bali.
Bahkan, dia menyebut, pertemuan SBY dan presiden terpilih Jokowi, masih sangat awal. Tidak ada pembahasan yang mendalam dari pertemuan tersebut.
Jadi menurutnya, pertemuan saat ini terlalu dini, untuk sebuah pengambilan kesimpulan. Kata dia kalaupun pertemuan d Bali ini, dianggap penting karena memang melibatkan dua pimpinan negara.
"Saya takutnya malah seperti drama turki, panggungnya terlalu ramai dibesarkan media," tukas doktor dari Universitas Airlangga itu.
Karenanya, dia meminta media untuk tidak terlalu membesar-besarkan pertemuan saat ini, karena sebenarnya, masih sangat awal apalagi, untuk sebuah sikap atau kesimpulan.
(maf)