Bagaimana Bisa di Negara Merdeka Mayat Memilih Sampai 6 Kali

Selasa, 19 Agustus 2014 - 20:41 WIB
Bagaimana Bisa di Negara...
Bagaimana Bisa di Negara Merdeka Mayat Memilih Sampai 6 Kali
A A A
BANDUNG - Kecurangan proses Pilpres 2014 sungguh sangat mengecewakan Prabowo Subianto, apalagi ada pemilih yang meninggal dunia bisa mencoblos hingga enam kali.

Kondisi itu jelas dipandang miris di tengah negara merdeka yang sedang menegakkan demokrasi.

"Bagaimana bisa di negara yang merdeka, di negara yang terhormat, bisa ada mayat memilih, nusuk (surat suara) sampai enam kali," ujar Prabowo, Selasa (19/8/2014).

Karut-marutnya proses Pilpres 2014 itu diungkap Prabowo Subianto saat hadir dalam silaturahmi dengan relawan dan simpatisan Koalisi Merah Putih Tingkat Jawa Barat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jawa Barat.

Menurutnya, jika proses demokrasi berjalan jujur dan adil, hal seperti itu tidak akan terjadi. "Orang yang sudah mati 10 tahun lalu, dia bisa nusuk enam kali. Yang hidup saja dia hanya boleh nusuk satu kali," ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai masalah dan kecurangan dalam pilpres dipandang sudah tidak lagi wajar. Kecurangan itu pun tidak bisa ditolerir. "Masalahnya adalah kecurangan ini sudah di depan mata, sudah terlalu menyakitkan hati," tegasnya.

Atas alasan itu, Prabowo membawa berbagai kecurangan yang ada ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ini artinya adalah merobek-robek UUD kita, ini artinya menghina puluhan ribu orang yang telah berkorban untuk membela UUD 1945, ini artinya mengejek rakyat Indonesia," jelasnya.

Prabowo mengajak semua pihak untuk mendoakan agar MK mengambil keputusan yang adil dan benar. Jika di MK hasilnya tidak memuaskan, masih ada jalan lain yang akan ditempuh.

"Kita masih ada jalan, masih bisa menempuh ke PTUN, kita juga masih bisa menempuh jalan ke Mahkamah Agung (MA), dan kekuatan politik kita juga sangat kuat," tandas Prabowo.
(hyk)
Berita Terkait
Diduga Dipicu Sengketa...
Diduga Dipicu Sengketa Pemilu Massa Bakar Fasilitas Umum dan Pemerintah
Hakim MK Dapat Rompi...
Hakim MK Dapat Rompi Anti Peluru kecuali Anwar Usman
Deretan Tokoh yang Mengajukan...
Deretan Tokoh yang Mengajukan Diri Jadi Amicus Curiae MK
Bawaslu Lutim Sosialisasi...
Bawaslu Lutim Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
MK dan Mantan Terpidana
MK dan Mantan Terpidana
Tiga Jenis Putusan MK...
Tiga Jenis Putusan MK tentang Sengketa Pilpres 2024
Berita Terkini
4 Kombes Pol Dimutasi...
4 Kombes Pol Dimutasi Jadi Penyidik Kortas Tipidkor pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved